JAKARTA—Kegiatan Halal Bihalal (HBH) dalam rangka Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum konsolidasi peran alumni dalam menjawab tantangan kebangsaan, Sabtu (19/4/2026).
Ketua Panitia, Basnang Said, menegaskan pentingnya transformasi peran kader dan alumni agar lebih berdampak nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, proses kaderisasi di PMII harus melahirkan pribadi yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga responsif terhadap persoalan sosial.
“Alumni PMII harus hadir sebagai agen perubahan. Tidak cukup hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, dinamika zaman yang semakin kompleks menuntut penguatan peran kolektif alumni. Karena itu, ia mengajak seluruh kader dan alumni untuk membangun jejaring yang solid dan kolaboratif lintas sektor, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Kader dan alumni PMII tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus aktif bergerak, mengambil peran, dan memastikan nilai keislaman, keindonesiaan, serta kemanusiaan tetap hidup dalam setiap pengabdian,” lanjutnya.
Menurutnya, jejaring alumni yang kuat menjadi modal sosial penting dalam mendorong perubahan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Sinergi yang terbangun diyakini mampu memperluas kontribusi PMII dalam pembangunan bangsa.
Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen merawat nilai dasar PMII seperti kritisisme, intelektualitas, dan keberpihakan pada masyarakat, sekaligus mempererat solidaritas lintas generasi alumni.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, PB IKA PMII optimistis kader dan alumninya akan tetap hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang memberi dampak berkelanjutan bagi umat dan bangsa. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muhammad Aras Prabowo
Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.









