Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Lelang Pakaian Preloved di Trend Hijab Expo 2025, Hasilnya untuk Bantu UMKM Perempuan Rentan

2314
×

Lelang Pakaian Preloved di Trend Hijab Expo 2025, Hasilnya untuk Bantu UMKM Perempuan Rentan

Sebarkan artikel ini
Lelang Pakaian Preloved di Trend Hijab Expo 2025, Hasilnya untuk Bantu UMKM Perempuan Rentan

MAKASSAR—Hasil lelang pakaian preloved dalam ajang Trend Hijab Expo 2025 akan disalurkan untuk mendukung UMKM perempuan rentan di Sulawesi Selatan.

Pameran fesyen muslim terbesar di Indonesia Timur ini resmi dibuka pada 14 Maret dan akan berlangsung hingga 23 Maret 2025 di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar.

Selain menampilkan tren hijab terbaru, acara ini juga menghadirkan agenda amal berupa lelang pakaian preloved yang diikuti oleh pejabat dan tokoh perempuan di Sulsel.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB) Sulsel, Andi Mirna, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung perempuan yang berada dalam kondisi rentan, termasuk korban kekerasan.

“Hasil dari lelang pakaian ini nantinya akan diberikan kepada UMKM perempuan yang menjadi korban kekerasan dan kaum rentan. Kami berharap kegiatan ini bisa membantu mereka meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menjadi lebih mandiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi Mirna menekankan pentingnya kemandirian perempuan dalam menghadapi tantangan ke depan. “Perempuan harus tetap berdaya dalam situasi apa pun. Dengan begitu, mereka bisa memberikan kontribusi besar dalam pencapaian Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Fashion show pakaian preloved dijadwalkan berlangsung pada 22 Maret 2025, sementara penjualan pakaian preloved sudah bisa dimulai lebih awal, yakni pada 20 Maret 2025.

Sejumlah pejabat dan tokoh perempuan turut berpartisipasi dalam agenda amal ini, di antaranya Wakil Gubernur Sulsel, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah perempuan, istri pejabat Forkopimda Sulsel, Ketua DWP Sulsel, serta Ketua DWP Kabupaten/Kota dan istri Kepala OPD Provinsi Sulsel.

Kegiatan ini diharapkan semakin banyak perempuan yang mendapat akses untuk bangkit dan berkembang, sekaligus memperkuat peran mereka dalam perekonomian daerah. (*/4dv)

error: Content is protected !!