MAKASSAR,– Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin, hadir sebagai Keynote Speaker memaparkan besarnya peran perempuan dalam mendukung keluarga dan perekonomian di masa Pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Lies pada forum diskusi virtual yang mengangkat tema Kegiatan Peningkatan Peran Ibu dalam Keluarga yang digelar PKK Kota Makassar pada Selasa, 17 November 2020.

“Melalui TP PKK, peran perempuan harus dapat mencerminkan kinerja yang jelas dan terstruktur yang hasilnya dapat dirasakan oleh kelurga serta langsung menyelesaikan persoalan-persolan rill yang dihadapi keluarga utamanya di masa pandemi,” tutur Lies F Nurdin di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa, 17 November 2020.

Lies menuturkan, perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan sehat serta memiliki keterampilan di berbagai bidang.

“Yakni memiliki kemampuan dan keterampilan, memiliki cara pikir dan pandang jauh ke depan, serta memiliki jiwa kewirausahaan,” urai Lies.

Dengan kemampuan ini, lanjutnya, ke depannya perempuan diharapkan dapat lebih kreatif, inovatif, produktif dan adaptif dalam menghadapi perubahan serta mampu mandiri dan mapan secara finansial.

“Gerakan PKK adalah gerakan yang bertujuan memberdayakan dan mensejahterakan, untuk itu kita perlu bersinergi dengan seluruh stakeholder baik dengan pemerintah maupun swasta,” sebutnya.

Sementara, Vice President of Public Policy and Government Relation Gojek Indonesia yang turut hadir sebagai pembicara dalam forum ini, Tricia Istiara Iskandar memaparkan, di masa pandemi peran perempuan khususnya dalam medukung perekonomian keluarga cukup besar.

“Selama pandemi, peran perempuan dalam mendukung ekonomi keluarga tidak bisa dielakkan, bahkan sangat besar, utamanya melalui bisnis yang memanfaatkan paltform digital,” jelas Tricia.

Ia menjelaskan, bagi usaha kecil khususnya yang dikelola oleh perempuan dan memanfaatkan paltform digital memberi dampak yang cukup signifikan dalam peningkatan pendapatan.

“Mulai dari usaha kecil bisa berkembang selama pandemi dengan berbisnis memanfaatkan paltform digital tanpa melupakan tanggung jawab kita kepada keluarga karena adanya fleksibiktas dalam menyesuaikan waktu,” sebutnya.

PKK sendiri sebelumnya telah membangun kerja sama bersama Gojek Indonesia memberikan pelatihan kepada 1.000 UMKM yang khusus dikelola oleh perempuan. Hingga saat ini, telah lebih dari 400 UMKM yang memperoleh pelatihan mengenai bisnis produk yang sesuai dengan platform digital.(*)