GOWA—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik kompos di Pondok Pesantren (Ponpes) Agrowisata Tahfidzul Qur’an Insan Cendikia, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, pada Rabu 15 Januari 2025 lalu. Kegiatan ini diikuti para santri dan pembina Ponpes setempat.
Menurut Penanggung jawab kegiatan, Akbar Wijaya, kurang lebih empat pekan, para peserta diajarkan proses pembuatan pupuk organik kompos mulai dari tahap awal hingga pemanenan, dengan pengadukan kompos dilakukan dua kali dalam seminggu.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan santri pada teknik pembuatan pupuk yang ramah lingkungan dan memiliki potensi untuk membuka peluang usaha baru.
Akbar Wijaya, menjelaskan bahwa pelatihan yang dimulai sejak 9 Januari dan akan berakhir pada 9 Februari 2025 ini penting untuk memberi wawasan kepada santri mengenai pembuatan pupuk kompos, yang tidak hanya bermanfaat dalam mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pondok pesantren.
“Santri di sini belum pernah mengenal cara pembuatan pupuk organik kompos, padahal keterampilan ini dapat membuka peluang usaha yang menjanjikan,” ujar Akbar yang merupakan Mahasiswa Agroteknologi Unhas kepada mediasulsel.com, Selasa (21/1/2025).
Selain materi teori, para peserta juga dipandu secara langsung dalam proses pembuatan kompos, mulai dari pemilihan bahan hingga cara pengaplikasian pupuk pada tanaman. Salah seorang santri, Mawang Batara Suli, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kini kami tahu cara membuat kompos dari awal hingga akhir,” kata Mawang.
Kegiatan ini selaras dengan prinsip pondok pesantren yang menerapkan teknik budidaya tanaman organik tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Tim KKN-T berharap materi pelatihan ini dapat terus diterapkan sebagai bagian dari perawatan tanaman dan pengetahuan dasar yang bermanfaat bagi santri.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari Direktur Insan Cendekia Islamic School, Drs. H. Muh. Thamrin M.Si, yang menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pembuatan pupuk organik di pondok pesantren.
Dengan dukungan ini, diharapkan pelatihan serupa dapat dilanjutkan untuk mendukung keberlanjutan program pertanian organik di pesantren tersebut. (Cj/Ag4ys)













