BULUKUMBA—Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam program KKN-PPM menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemantauan tumbuh kembang anak di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Selama Juli 2025, kegiatan yang menyasar layanan kesehatan dasar ini berhasil menjangkau lebih dari 120 warga dari berbagai usia.
Rangkaian dimulai pada 7 Juli 2025 di Posyandu Kelinci, dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang anak balita. Para balita menjalani pengukuran berat dan tinggi badan yang kemudian diplot menggunakan grafik pertumbuhan WHO.
Hasil ini digunakan untuk mengidentifikasi status gizi anak serta potensi risiko stunting. Selain itu, para ibu mendapatkan edukasi menyeluruh mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, cara membuat MPASI yang bergizi, serta stimulasi perkembangan anak sesuai usia.
“Pemantauan tumbuh kembang ini penting untuk deteksi dini masalah gizi. Edukasi yang kami berikan juga dirancang agar mudah diterapkan di rumah,” jelas Ratih Purnama Dewi, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
Kegiatan kemudian berlanjut pada 14 dan 21 Juli 2025, masing-masing di Posyandu Rusa dan Posyandu Kancil, dengan fokus pada pemeriksaan kesehatan umum. Warga mendapat layanan pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Pemeriksaan dilakukan oleh Ratih dan Safira Putri Saifuddin, juga dari FK-KMK UGM, yang tergabung dalam Unit KKN-PPM Kecamatan Bontobahari.
Warga menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak dari mereka mengaku baru pertama kali mengikuti pemeriksaan kolesterol secara gratis.
“Biasanya kami cuma periksa tekanan darah kalau sempat ke puskesmas. Tapi sekarang bisa lengkap, kami sangat terbantu,” ujar salah seorang warga.
Tak hanya pemeriksaan, warga juga mendapat edukasi langsung mengenai arti dari hasil tes serta risiko penyakit tidak menular (NCDs) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan hiperurisemia. Mahasiswa menjelaskan pentingnya pola makan sehat, olahraga rutin, serta konsumsi obat yang teratur jika diperlukan.
“Banyak warga belum sadar bahwa tekanan darah tinggi bisa datang tanpa gejala. Edukasi seperti ini sangat penting untuk mencegah komplikasi di masa depan,” tambah Safira.
Program KKN-PPM UGM tahun 2025 melibatkan 8.038 mahasiswa dalam 287 unit yang tersebar di 35 provinsi. Desa Bira menjadi salah satu lokasi pengabdian yang fokus pada kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Seluruh program dirancang berbasis kebutuhan masyarakat dan dijalankan bersama pemerintah desa serta kader posyandu.
Kepala Desa Bira, Murlawa, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UGM. “Kami sangat berterima kasih. Warga kami lebih peduli pada kesehatannya sekarang. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut di masa depan,” ujarnya.
Tim KKN berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan baru dalam masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini.
“Kami tidak ingin kegiatan ini selesai begitu saja. Harapannya, warga bisa meneruskan kebiasaan positif ini bahkan setelah masa KKN berakhir,” tutup Ratih. (MP/Ag4ys)
Citizen Reporter : Safira Putri Saifuddin


















