LUWU TIMUR—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan gulma alang-alang (Imperata cylindrica) sebagai bioherbisida alami, Senin (21/7/2025), di Kebun Nanas Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Tematik Ketahanan Pangan, hasil kolaborasi antara Universitas Hasanuddin dan PT Vale Indonesia Tbk.
Sosialisasi diikuti oleh masyarakat, petani setempat, dan perwakilan dari PT Vale. Hadir pula praktisi pertanian, Muladiyanto, yang diundang sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan lapangan (field school) langsung di lokasi.
Penanggung jawab kegiatan, Farida Tori Napitupulu, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberi edukasi dan solusi alternatif bagi petani dalam mengendalikan gulma secara alami dan berkelanjutan.
“Alang-alang selama ini dianggap gulma pengganggu. Padahal, tanaman ini bisa diolah menjadi bioherbisida yang efektif dan ramah lingkungan. Bahkan bisa dibuat sendiri oleh petani dengan alat dan bahan sederhana,” ungkap Farida.
Setelah pemaparan awal, kegiatan dilanjutkan dengan materi teknis dari Muladiyanto yang menjelaskan metode pertanian organik, termasuk pengendalian gulma dan hama secara alami.
“Ada banyak cara murah dan praktis yang bisa diterapkan petani, tanpa harus tergantung pada pestisida kimia. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan potensi tanaman lokal seperti alang-alang,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi praktik pembuatan bioherbisida dari alang-alang. Para petani dan warga aktif berdiskusi serta mencoba langsung teknik yang diajarkan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama, setelah sebelumnya Farida menyampaikan terima kasih kepada warga yang tetap antusias meski cuaca siang itu cukup terik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap petani di Desa Tabarano, khususnya di area kebun nanas, dapat mulai menerapkan metode pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini sekaligus mendorong terciptanya praktik pertanian berkelanjutan yang lebih hemat dan aman bagi lingkungan. (MP/Ag4ys)
Citizen Reporter: Farida T. Napitupulu (Mahasiswa Agroteknologi Unhas)


















