MAKASSAR—Potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan ombak tinggi, diprediksi akan melanda Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, pada Januari 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi pada awal Januari, khususnya tanggal 2-7 Januari di beberapa wilayah seperti Makassar, Maros, dan Soppeng.
Prediksi ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG RI, Dwikorita, yang menekankan kewaspadaan dan pemantauan informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG.
Menanggapi prediksi tersebut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Instruksi ini dikeluarkan setelah rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, terkait siaga darurat bencana hidrometeorologi.

Danny, sapaan akrab Wali Kota Makassar, menegaskan bahwa Pemkot Makassar telah mengambil langkah antisipasi, termasuk pengerukan drainase dan pembukaan layanan aduan, bahkan sebelum banjir sebelumnya terjadi.
Danny juga telah mengarahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiapkan strategi penanganan jika banjir kembali melanda, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi dan evakuasi mandiri.
Dikatakan bahwa perbaikan drainase sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir di Makassar. “Yang perlu dimaksimalkan yaitu otorisasi drainase. Kita perbaiki drainasenya,” tegasnya.
Menko PMK RI, Pratikno menambahkan bahwa antisipasi terhadap dampak yang lebih luas dari curah hujan tinggi, seperti tanah longsor dan ombak tinggi yang dapat membahayakan nelayan.
Dalam rapat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Selatan serta bupati dan wali kota, Pratikno menegaskan perlunya kesiapan infrastruktur, personel, masyarakat, serta dukungan logistik dan pengungsian untuk meminimalkan dampak bencana.
“Kita siapkan semua agar dampaknya kecil, infrastruktur fisiknya disiagakan, aparatnya disiagakan, masyarakatnya disiagakan, dan juga seluruh dukungan dari kemungkinan terhadap korban bencana, apakah itu pengungsian, logistik juga disiagakan,” ujarnya. (*/4dv)














