Maksimalkan BRT, Kadishub Sulsel: Perubahan rute akan dilakukan
Muhammad Arafah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan.

SELAYAR – Kondisi Bus Rapid Transit (BRT) yang memprihatinkan di kota Makassar, kini mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perhubungan Sulsel yang berencana akan melakukan kajian dalam memanfaatkan BRT agar dapat dioperasikan secara maksimal.

“Bagaimana akses wisata kita ini yang dilayani bus-bus itu, mungkin nanti salah satu alternatif BRT dimanfaatkan di situ, karena memang kelihatannya tidak efektif,” kata Kadis Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, Jumat (9/10/2020).

Kedepan, kata dia, halte bus akan direposisi setelah hasil kajian pemanfaatan BRT selesai.

“Apakah kita pindahkan atau kita lakukan perubahan bentuk, jadi nanti setelah kajian,” beber Arafah.

Arafah menyebut saat ini BRT dikelola dan dilayani oleh pihak Damri. Namun, keluhan dari Damri juga sering terlontar, lantaran animo masyarakat menggunakan angkutan massal mulai berkurang.

“Damri sekrang sudah melakukan evaluasi sehingga dia mengalihkan beberapa rutenya ke daerah yang bisa menghasilkan dan menguntungkan seperti jarak panjang ke Pare-pare, Toraja, Bulukumba itu alternatif yang dilakukan oleh Damri saat ini,” jelas Arafah.

Tidak hanya itu, akses wisata menuju Bantimurung Kabupaten Maros dan wisata batu kapur Kabupaten Pangkajene dan Kepualuan (Pangkep) juga nantinya akan dilayani oleh pihak Damri. (*)