Mansyur Korban Penganiayaan Orang Tuanya Meninggal Dunia, Kepala P2TP2A Sulsel, Meisy: Banyak kenangan bersama Almarhum.

MAKASSAR – Mansyur korban penganiayaan dan penyanderaan orang tuanya di Kecamatan Gantarang, Kelurahan Galanggang, Bulukumba dan sempat mendapatkan pertolongan dan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sulsel melalui Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel, dikabarkan telah meninggal dunia.

Kepala P2TP2A Sulsel Meisy Papayungan menyebut, mendapat kabar meninggalnya mansyur dari Pihak Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DPPPA) kabupaten Bulukumba.

“Saya dapat info meninggalnya Mansyur dari pihak DPPPA Kabupaten Bulukumba, menurut keterangan Almarhum meninggal karena kecelakaan kerja. Dimana Mansyur yang bekerja di Malaysia sebagai pengangkut buah kelapa sawit, pada saat bekerja dia jatuh bersama gerobak yang di pakai karena medannya tidak rata dia terguling dan jatuh bersama gerobak sampai meninggal dunia,” ungkap Meysi melalui pesan Whatsapp.kamis (27/2/2020).

Meysi menyebutkan Banyak kenangan selama Almarhum mendapatkan pertolongan dan pendampingan di P3AP2KB.

“Banyak kenangan selama Almarhum Mansyur mendapatkan pertolongan dan pendampingan baik melalui psikolog maupun lainnya termasuk didatangi langsung wakil Gubernur Sulsel dan ketua TP PKK Sulsel yang memberikan sebuah gitar,” sebutnya.

Sebagai informasi Mansyur disekap orang tua kandungnya yakni Penni dan Humairah selama sembilan tahun di kamar mandi atau WC, dan diberi makan serta dipekerjakan secara tidak wajar.

Peristiwa itu terkuak, setelah Mansyur berhasil lolos dengan cara menggigit pintu WC dan lari. Mansyur lalu dirujuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sulsel yang merupakan naungan DPPPA Sulsel yang sekarang berubah menjadi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sulsel. (*)