PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Bola

Maradona Jalani Masa Pemulihan Usai Pembedahan

468
×

Maradona Jalani Masa Pemulihan Usai Pembedahan

Sebarkan artikel ini
Maradona Jalani Masa Pemulihan Usai Pembedahan
Pemain sepakbola legendaris Argentina, Diego Maradona, mengangkat pita nama tim Inggris dalam pengundian Piala Dunia 2018 di Kremlin, Moskow, Jumat, 1 Desember 2017 (foto: AP Photo/Dmitri Lovetsky)

BUENOS AIRES – Kapten tim juara Piala Dunia Argentina, Diego Maradona, tengah menjalani masa pemulihan di rumah sakit hari Sabtu setelah berhasil menjalani operasi rutin disebabkan oleh adanya pendarahan di perut, ujar pengacaranya.

Mantan pemain Boca Juniors dan Napoli yang berusia 58 tahun ini menemukan adanya masalah di awal Januari saat menjalani pemeriksaan medis di sebuah rumah sakit di Olivos, di pinggiran Buenos Aires.

Operasi yang dilakukan hari Sabtu, untuk menghentikan pendarahan yang disebabkan oleh hernia, pada dasarnya bukan sebuah operasi yang rumit namun bertujuan untuk menanggulangi apa yang oleh salah satu sumber sampaikan kepada Reuters sebagai “ketidaknyamanan” yang disebabkan oleh persoalan itu.

“Prosedur pembedahan Diego Maradona sudah selesai,” ujar pengacaranya Matias Morla lewat Twitter. “Kami bersyukur kepada Tuhan semuanya berjalan dengan sempurna.”

Maradaona acapkali harus menjalani perawatan di rumah sakit selama bertahun-tahun, sering kali disebabkan oleh gaya hidupnya yang mewah yang telah mendorongnya untuk menjadi salah satu pemain sepakbola yang paling dikagumi di abad ke-20.

Terakhir kali ia jatuh sakit saat penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia, dimana ia pingsan saat berada di tribun eksekutif untuk menyaksikan pertandingan antara Argentina melawan Nigeria.

Maradona dilarikan ke rumah sakit tahun 2004 karena menderita permasalahan jantung dan pernafasan serius yang terkait dengan penggunaan kokain. Ia kemudian menjalani rehabilitasi penggunaan narkoba di Kuba dan Argentina sebelum menjalani operasi di perut tahun 2005 yang membantunya menurunkan berat badan.

Tahun 2007 dengan kesadarannya sendiri ia memeriksakan diri ke sebuah klinik di Buenos Aires untuk membantunya menanggulangi masalah kecanduan alkohol.

Pada masa-masa belakangan ini ia harus berjalan dengan dibantu oleh tongkat karena permasalah dengan lututnya.

Tim dokter menemukan pendarahan tidak lama sebelum Maradona dijadwalkan untuk terbang ke Meksiko dimana ia menjadi pelatih untuk tim divisi dua, Dorados de Sinaloa.

Morla mengatakan Maradona akan kembali untuk melatih klub itu untuk musim kedua segera setelah ia menjalani masa pemulihan.

“Sekarang kita nantikan selesainya masa pemulihan ini hingga Diego dapat kembali bekerja sesegera mungkin,” ujar Morla. [VOA]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com