PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya •
Media Kampus

Memartabatkan Bahasa Indonesia di Generasi Milenial Hendaknya Pembentukan Kosa Kata Harus Dinamis

1390
×

Memartabatkan Bahasa Indonesia di Generasi Milenial Hendaknya Pembentukan Kosa Kata Harus Dinamis

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Sukri Syamsuri MHum
Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Sukri Syamsuri MHum.

MAKASSAR – Memartabatkan bahasa Indonesia pada generasi millennial maka hendaknya pembentukan kosakata bahasa Indonesia itu harus dinamis mencerminkan efisiensi, kebergunaan, kebakuan, intertranslatabilitas, dan keindahan.

Demikian simpulan makalah Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Sukri Syamsuri MHum, pada seminar kebahasaan di gelar Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unismuh Makassar, Sabtu (6/7/2019) di Aula Kedokteran Kampus Unismuh Makassar.

Makalah yang dibawakan berjudul, Pemartabatan Bahasa Indonesia (Kosakata) bagi Generasi Milenial.

Seminar ini mengusung tema meningkatkan kesadaran budaya berbahasa Indonesia di era milenial sebagai bentuk pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia di kampus.

Seminar menghadirkan tiga pemateri, yaitu Asdir 3 PPs UNM Prof Dr Anshari MHum, WR 2 Unismuh Dr Andi Syukri Syamsuri MHum, dan Kaprodi PBSI Dr Munirah MPd, yang dimoderatori Sekretaris PBSI Dr Muhammad Akhir MPd.

Dijelaskan, pemartabatan bahasa Indonesia di kalangan generasi millennial tetap pembelajaran bahasa Indonesia pada lembaga/instansi menjadi kawah candra di muka, dengan dukungan kompetensi guru, keterlibatan orang tua, dan masyarakat sekitar.

Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr H Andi Sukri Syamsuri MHum

“Media sosial sebagai sarana efektif dalam penyebarluasan bahasa Indonesia di kalangan generasi millennial,” katanya doktor linguistik PPs-Unhas ini.

Tinggi rendahnya martabat bahasa banyak ditentukan oleh luas sempitnya cakupan bahasa itu dalam mengemban pesan yang disampaikan para penuturnya.

“Semakin tinggi kemampuan bahasa itu dalam menyampaikan maksud yang ingin disampaikan warga masyarakat bahasanya, semakin tinggilah martabatnya,” kata Dekan FKIP Unismuh Makassar di masanya.

Bertemali dengan pernyataan tersebut, untuk meninggikan martabat bahasa Indonesia maka bahasa Indonesia itu harus mampu meluaskan cakupan pemakaiannya.

Cakupan pemakaian yang luas sangat ditentukan oleh kualitas bahasa Indonesia dalam hal ini kemampuan bahasa Indonesia mengemban pesan yang disampaikan para penuturnya.

Kosakata bahasa Indonesia dewasa ini merupakan cermin dari konsep tatanan hidup masyarakat pemakainya. Kosakata itu cenderung berubah mengikuti derap perubahan yang muncul pada tatanan kehidupan masyarakat pemakainya.

“Kosakata bahasa Indonesia yang dikenal sekarang sudah tentu menunjukkan adanya perbedaan dari kosakata bahasa Indonesia pada setengah abad yang lalu,” ungkap Sekretaris Umum Kesatuan Masyarakat Wajo (Kemawa) ini.

Perbedaan tersebut muncul karena adanya perbedaan tatanan hidup yang dinamis. Guna mengikuti derap langkah perubahan masyarakat penduduknya.

Maka dasar dan arah kebijakan pengembangan kosakata bahasa Indonesia harus berdasarkan situasi kebahasaan yang aktual sehingga menghasilkan kosakata bahasa Indonesia yang dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Dasar dan arah kebijakan pengembangan kosakata bahasa Indonesia dewasa ini mengarahkan kepada keberterimaan kosakata bahasa Indonesia di tengah masyarakat. Kosakata bahasa Indonesia di tengah masyarakat dinamis dipersyaratkan oleh berbagai aspek.

“Adapun aspek yang dimaksudkan adalah 1 efisiensi, kebergunaan, antar-terjemah (intertranslatabilitas), baku (Standar), estetis (nilai keindahan),” tandas anggota Tim Seleksi KPU Provinsi Sulsel Pemilu 2019 ini.

Bahasa adalah penanda eksistensi manusia yang menjadi jati diri dan ciri pembeda makhluk lain; bahasa merupakan media sosial untuk kepentingan personal dan komunitas sesama.

“Bahasa sebagai sarana berpikir dan pembentuk pikiran komunitas. Oleh karena itu, bahasa menjadi pondasi atau dasar pijak keberlangsungan hidup manusia,” pungkasnya. (yah/c/shar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com