PANGKEP—Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau (MYL) mendampingi Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi bersama Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meninjau langsung Posko Evakuasi pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Senin (19/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan posko serta optimalisasi operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat yang jatuh di wilayah Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Maros–Pangkep. Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kapolda Sulsel Brigjen Djuhandhani Rahardjo, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, serta unsur Forkopimda lainnya.
MYL menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendukung penuh operasi kemanusiaan tersebut. Bersama Kapolres Pangkep AKBP Husni Ramli dan Dandim 1421 Pangkep Letkol TNI Czi Bhakti Yuhandika, ia memastikan seluruh kebutuhan tim gabungan di posko evakuasi terpenuhi.
“Kami berharap proses evakuasi berjalan lancar. Medan yang dilalui tim sangat berat, karena itu kami terus berupaya memastikan dukungan logistik dan kebutuhan lainnya terpenuhi. Kita doakan seluruh tim dan relawan diberi kekuatan selama menjalankan tugas,” ujar MYL.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa secara teknis operasi pencarian dan evakuasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Basarnas sebagai leading sector. Pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait terus memberikan dukungan penuh.
“Basarnas telah bekerja sangat baik dan terkoordinasi. Kami mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan dari pemerintah daerah,” kata Dudy.
Dudy juga memberikan apresiasi dan semangat kepada tim SAR dan relawan yang bertugas di tengah medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, kemajuan signifikan telah dicapai dalam dua hari operasi pencarian.
“Ini menunjukkan negara hadir untuk melayani masyarakat dan berupaya maksimal menemukan seluruh korban. Namun saya juga mengingatkan agar keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan lokasi jatuhnya pesawat berhasil ditemukan kurang dari 24 jam sejak kejadian. Saat ini, fokus operasi diarahkan pada upaya pencarian dan evakuasi korban dalam masa golden time.
“Kendala utama adalah cuaca dan kondisi medan. Operasi ini melibatkan lebih dari 1.200 personel dan difokuskan untuk menemukan serta mengevakuasi seluruh korban. Kami berharap ada keajaiban dan semua korban dapat segera ditemukan,” kata Syafii.
Hingga kini, operasi SAR gabungan masih terus berlangsung dengan pusat koordinasi berada di Posko Evakuasi Desa Tompo Bulu, Balocci, Kabupaten Pangkep. (Ag4ys/4dv)



















