Waspadai Ancaman Pluralisme
Merujuk pada dua dokumen penting yakni “Civil Democratic Islam” pada tahun 2003 dan “Building Moderate Muslim Network (Membangun Jaringan Muslim Moderat) pada tahun 2007.
Pengklasifikasian Islam secara garis besar (Islam radikal dan Islam moderat), pertama kali diungkapkan oleh RAND Corporation, sebuah lembaga think tank Amerika Serikat. Tentu agenda akbar ini tidak dapat dianggap biasa. Dominasi global masih menghantui negeri-negeri muslim.
Bermula dari sini, arus Moderasi Beragama pun kian menderas. Beragam kebijakan terus merengsek hingga “berhasil” mengaburkan visi besar program ini.
Para pengembannya pun tak dapat melihat dengan jelas kerusakannya karena dibungkus dengan sangat soft. Sebagiannya lagi, karena memang sengaja menjerumuskan diri sebagai pengemban yang loyal. Naudzubillah!
Sebagai rakyat yang peduli akan kondisi negeri ini, tentu harus cerdas melihat program yang harus diemban dan mana yang harus ditolak. Fakta yang terindera sejauh ini, sangat jelas ke arah mana goals setting dari beraneka kebijakan program Moderasi Beragama. Jika datangnya bukan dari asas yang benar, maka dipastikan akan menuai kerusakan (mafsadat).
Islam Menghargai Keberagaman
Peradaban Islam menjadi mercusuar dalam kurun waktu yang sangat panjang. Rentang waktu 1300 tahun lamanya, Islam membuktikan kegemilangan aturannya.
Seluruh aspek kehidupan memancarkan kesejahteraan tanpa batas. Tidak memandang agama, suku, warna kulit, dan diskriminasi lainnya. Pemenuhan kebutuhan pokok individu dan publik person to person.
Seluruh kebijakan ditempuh penguasa berdasarkan akidah Islam. Terimplementasi dalam seluruh aspek kehidupan; baik ekonomi, pendidikan, sosial, dan yang lainnya. Rakyat hidup dalam keberkahan tiada tara.
















