Musrenbang Kecamatan Manggala Tahun 2020 Bukukan 774 Usulan Senilai Rp88,5 M

0
95
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Manggala, kota Makassar, di aula kantor camat Manggala.

MAKASSAR – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Manggala, tahun 2020, yang dihelat di Aula kantor Camat Manggala, Rabu (5/2), dari 8 kelurahan membukukan usulan untuk tahun anggaran 2021 sebanyak 774 kegiatan dengan total anggaran Rp88.559.040.000.

Berdasarkan data yang diperoleh Media Sulsel, usulan terbesar berasal dari kelurahan Batua dengan 95 kegiatan senilai Rp26.552.270.000,-, disusul Tamangapa 64 kegiatan dengan total anggaran Rp11.234.000.000. Kemudian kelurahan Borong dengan total anggaran, Rp10.716.800.000 untuk membiayai 177 kegiatan.

Kelurahan Biring Romang dengan 85 kegiatan senilai Rp10.300.240.000, menjadi terbesar keempat, disusul kelurahan Antang, Rp9.941.000.000, untuk 43 kegiatan.

Kelurahan Bangkala dengan Rp9.751.100.000, untuk 92 kegiatan. Manggala, 160 kegiatan senilai Rp6.656.000.000, sementara kelurahan Bitowa dengan usulan terkecil Rp3.269.750.000, untuk 58 kegiatan.

Menanggapi besarnya usulan tersebut, camat Manggala, Drs Anshar Umar MSi, menyatakan, bahwa itu semua merupakan estimasi yang diusulkan oleh masing-masing kelurahan sesuai kebutuhan dan merupakan hasil rembug warga mulai tingkat RT/RW.

“Angka yang dimasukkan dalam usulan tersebut masih berupa estimasi dari masing-masing kelurahan sesuai dengan kebutuhan, yang telah dirumuskan dalam rembug warga mulai tingkat RT/RW, hingga ke tingkat kelurahan,” terang Anshar.

Sementara itu, menurut Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) kelurahan Batua, Arwan, bahwa besarnya usulan tersebut, karena ke depan tidak ada lagi kegiatan yang dapat dibiayai baik oleh APBD kota, Provinsi, APBN ataupun bantuan yang sifatnya hibah dari Negara donor, jika programnya tidak diusulnya dalam musrenbang.

“Kita harus inventarisir secara maksimal kebutuhan kita dan kita masukan dalam usulan Musrenbang, sebab kalo tidak, kita akan kesulitan jika ada dana lain yang mau masuk ke kelurahan seperti Dana Kelurahan, jika program tersebut tidak terdapat dalam usulan musrenbang,” ungkap Arwan.

Hal senada disampaikan ketua Forum Komunikasi (FK) LPM kecamatan Manggala, Andi Pasamangi Wawo, besarnya usulan dari masing-masing kelurahan, merupakan antisipasi untuk pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana lain seperti dana kelurahan.

“Kedepan tidak ada kegiatan pembangunan yang boleh terlaksana di kelurahan, jika tidak diusulkan melalui Musrenbang, jadi untuk antisipasi pelaksanaan dana kelurahan, makanya tiap kelurahan memaksimalkan usulannya, sehingga menjadi sebesar itu,” tegas Andi Pasamangi.

Musrenbang ini dibuka Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan wilayah, Bappeda Makassar, Imbang Mulyanto, mewakili Wali kota Makassar.

Turut hadiri Ketua Komisi A, DPRD Makassar, Supratman, sejumlah utusan OPD Makassar, seperti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Bagian Pemerintahan, Bagian Pemberdayaan Masyarakat dan lainnya.

Hadir pula jajaran tripika kecamatan Mangggala, Ketua TP PKK Manggala, Lurah, Ketua LPM ketua TP PKK, Bhabinkamtibmas, Babinas kelurahan se Manggala, kepala puskesmas se Manggala dan sejumlah tokoh masyarakat delegasi kelurahan lainnya. (464ys)