Beranda » Biro Humas Pemprov Sulsel » Nurlina Bantah Penyelesaian Stadion Mattoanging Tidak Libatkan YOSS
Nurlina Bantah Penyelesaian Stadion Mattoanging Tidak Libatkan YOSS
Biro Humas Pemprov Sulsel

Nurlina Bantah Penyelesaian Stadion Mattoanging Tidak Libatkan YOSS

MAKASSAR – Kepala Biro Pengelolaan Barang Dan Aset Daerah Provinsi Sulsel, Nurlina membantah pernyataan pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) kalau tidak dilibatkan dalam proses mediasi penyelesaian stadion Mattoanging.

Nurlina mengaku selama ini dalam setiap pertemuan bersama dengan Jaksa pengacara negara (JPN), pihak YOSS selalu hadir bahkan mereka mengakui kalau stadion Mattoanging adalah milik pemerintah Provinsi Sulsel.

“Selama ini pihak YOSS selalu hadir dalam pertemuan dengan JPN bahkan mengakui stadion mattoanging adalah milik Pemprov Sulsel,” Ungkap Nurlina saat ditemui dikantor Gubernur Sulsel (10/9).

Pengamanan aset stadion Mattoangin dengan memasang dua papan bicara,juga sudah tepat karena merupakan hak pemprov sulsel sebagai pemilik yang dibuktikan dengan sertifikat hak pakai.

“Pemprov Sulsel memiliki hak pakai atas stadion mattoanging karena sesuai dengan undang-undang no 5 tahun 60 tentang agraria,pemerintah tidak ada hak milik melainkan hanya hak pakai,” Jelas Nurlina.

Nurlina lebih jauh mengaku,Pemasangan papan bicara telah dibicarakan sebelumnya bersama Kepolisian,Kejaksaan,TNI, Satpol PP termasuk dimonitor oleh KPK.

“Saya kira semua jelas bahwa dulu oleh Komite Olahraga Nasional (KONI) Sulsel menerbitkan izin pengelolaan Stadion Mattoanging ke YOSS dan saat ini sudah dicabut.dan KONI sudah menyerahkan kembali ke Pemprov Sulsel. ini sesuai perda no 3 tahun 2011 tentang pengelolaan barang milik daerah yang tidak boleh dikelola yayasan,” Tegasnya.

Sebelumnya Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Matalatta menilai penertiban yang dilakukan Pemprov Sulsel adalah tindakan semana-mena dan tidak memperlihatkan sikap demokrasi.

“Tindakan Pemprov yang melakukan penertiban dan pengamanan aset stadion Mattoanging adalah semena-mena,bahkan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah adalah seorang otoriter lantaran tidak melibatkan YOSS dalam proses mediasi selama ini,” Ungkap Andi Ilhamsyah.

Andi Ilhamsyah mengaku, Pihak Pemprov berkali-kali mengatakan akan menggandeng Kejaksaan untuk memfasilitasi dialog serta diadakannya upaya-upaya kerjasama dengan YOSS.

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah yang memerintahkan staf-stafnya untuk memaksakan menguasai Stadion ini dengan cara-cara yang sangat tidak demokratis adalah betul-betul kesewenang-wenangan dari seorang Gubernur yang sangat otoriter di dalam melakukan pemerintahannya,” Jelasnya.

Ilhamsyah tak menampik jika satus kepemilikan Stadion Mattoanging saat ini belum jelas. Untuk itu perlu ada pembicaraan mendalam antara kedua belah pihak.

Ilhamsyah menambahkan kontribusi YOSS yang kerap dipertanyakan oleh Gubernur Sulsel, yang paling konkrit adalah hingga kini masyarakat dapat menonton pertandingan sepak bola berskala nasional.Sumbagsih lain YOSS yakni memberikan pelayanan dalam rangka pembinaan atlet.

“Kontribusi kami selama ini, masyarakat Sulawesi Selatan masih bisa nonton pertandingan yang bermutu di stadion ini padahal tahun 1991 sudah mau dihilangkan oleh pemerintah provinsi pada saat itu. Kami bertahan dengan segala upaya dan Alhamdulillah masih bisa dirasakan sampai sekarang.bahkan kami pihak YOSS justru menuding Pemprov Sulsel selama ini tidak pernah membantu dalam pemeliharaan Stadion Mattoanging sehingga pihaknya harus turun tangan secara mandiri,” Sebutnya. [*]