JAKARTA—Cara masyarakat affluent Indonesia atau nasabah dengan aset maupun kemampuan finansial tinggi dalam mengelola kekayaan terus berubah. Jika sebelumnya fokus utama berada pada potensi imbal hasil investasi, kini semakin banyak nasabah yang memandang wealth management (layanan pengelolaan kekayaan) sebagai bagian dari perencanaan hidup jangka panjang.
Perencanaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan membangun aset. Nasabah juga mulai memikirkan perlindungan aset dari berbagai risiko hingga mempersiapkan transfer kekayaan kepada generasi berikutnya.
Perubahan pola pikir itu ikut mengubah kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan.
Nasabah tidak lagi hanya mencari produk investasi. Mereka kini membutuhkan solusi yang menghubungkan investasi, perencanaan keuangan, pembiayaan, perlindungan aset, hingga succession planning (perencanaan pewarisan atau pengalihan kekayaan kepada generasi berikutnya) dalam satu strategi finansial yang terintegrasi.
OCBC menilai perubahan tersebut membuat pendekatan terhadap layanan wealth management juga terus berkembang.
Menurut perusahaan, setiap fase kehidupan menghadirkan tantangan finansial yang berbeda. Risiko inflasi dapat menggerus daya beli, volatilitas pasar (naik turunnya kondisi pasar) memengaruhi nilai investasi, sementara perubahan kondisi pribadi seperti kesehatan, karier, maupun dinamika keluarga dapat memengaruhi rencana keuangan yang telah disusun.
Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengatakan wealth management tidak hanya berbicara mengenai investasi.
“Wealth management bukan sekadar untuk membantu nasabah memperoleh potensi imbal hasil investasi,” kata Parwati Surjaudaja dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2026).
“Yang jauh lebih penting adalah mendampingi mereka di setiap fase perjalanan finansial, mulai dari membangun kekayaan, melindunginya dari berbagai risiko, hingga mempersiapkan proses transfer kekayaan kepada generasi berikutnya.”
Menurut Parwati, arah perkembangan layanan wealth management ke depan juga akan terus berubah mengikuti kebutuhan nasabah.
“Ke depan, kami percaya wealth management akan semakin digital, semakin personal, dan semakin inklusif.”
“Namun di atas semuanya, yang paling penting adalah memberikan peace of mind (rasa tenang dan keyakinan) kepada nasabah, yaitu keyakinan bahwa seluruh perjalanan finansial mereka didampingi oleh partner yang memahami tujuan hidup, keluarga, dan aspirasi mereka.”
“Itulah nilai yang terus kami bangun di OCBC,” lanjutnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OCBC mengembangkan layanan wealth management yang menggabungkan trusted wealth advisory (layanan konsultasi pengelolaan kekayaan yang mengedepankan pendampingan dan kepercayaan nasabah), dukungan tim spesialis wealth management, pilihan solusi investasi yang komprehensif, serta kapabilitas digital.
Layanan tersebut memungkinkan nasabah mengakses berbagai kebutuhan finansial dengan lebih mudah tanpa menghilangkan peran relationship manager (petugas bank yang mendampingi dan mengelola hubungan dengan nasabah).
Pendekatan itu didukung sejumlah kapabilitas.
Di antaranya Wealth Discovery (layanan untuk mengidentifikasi profil, kebutuhan, dan tujuan keuangan nasabah), kemudian Wealth Report (laporan perkembangan portofolio investasi nasabah).
OCBC juga menyediakan Wealth Insight (analisis dan informasi yang membantu nasabah mengambil keputusan investasi) sehingga setiap keputusan investasi dapat diambil secara lebih terinformasi dan sesuai dengan tujuan finansial jangka panjang.
Selain itu, tersedia dukungan spesialis wealth management, ragam solusi investasi yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial, hingga layanan digital melalui OCBC Mobile.
Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat memantau portofolio dan bertransaksi secara lebih praktis dalam satu ekosistem layanan.
Perkembangan layanan tersebut turut tercermin pada kinerja bisnis wealth management OCBC.
Dalam periode 2022 hingga Desember 2025, bisnis wealth management OCBC mencatat pertumbuhan tahunan majemuk atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) (rata-rata pertumbuhan per tahun) sebesar 29 persen dengan nilai yang melampaui Rp120 triliun.
Menurut OCBC, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan wealth management yang mengedepankan advisory (pendampingan dan pemberian rekomendasi keuangan) serta solusi yang menyeluruh. (*)













