JENEPONTO—Pasien mengeluhkan sikap salah seorang oknum perawat yang bertugas di Puskesmas Binamu Kota, yang berlokasi di Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Diketahui, oknum perawat itu bernama Yuliana yang mana bersikap kasar dan marah-marah saat melakukan pelayanan terhadap pasien kecelakaan tunggal yang jatuh dari sepeda motor, sepasang suami istri, Hasrul Sunung dan Hayati.
Kronologi kecelakaan yang dialaminya berawal ketika sang istri Hayati masuk bajunya di terali sepeda motor yang ditumpanginya, di Panaikang, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, yang mana istrinya tidak sadarkan diri. Hasrul menceritakan perlakuan dan kata-kata kasar dari seorang perawat di Puskesmas Binamu Kota.
“Pelayanan perawat kurang menyenangkan pak. Perawat itu bilang cuma luka lecet lagi tidak apa-apaji itu. Perawat juga marah-marah dan menunjuk-nunjuki saya dengan mengatakan kenapa nuusirka ka tidak apa-apaji itu,” kata Hasrul, Sabtu (14/9/2024).
“Baru kasarki sikap dan kata-katanya, Pelayanannaji tidak saya terima karena kasarki pak,” keluh Hasrul yang juga Kepala Lingkungan Tamarunang Timur, Kelurahan Pabiringa.

Terkait adanya insiden perlakuan kurang menyenangkan dan kurang nyaman yang dilakukan perawat kepada pasien, Kepala Puskesmas Binamu Kota, Imran Rosady secara bijaksana dan tegas berjanji akan menindak anggotanya ketika memang terbukti melakukan pelanggaran kode etik.
“Sesuai dengan SOP aduan Puskesmas Binamu Kota, kami akan tindak lanjuti dengan memanggil staf tersebut, memintai keterangan dan klarifikasi tentang kejadian itu. Jika benar dia melanggar kode etik dan melayani tidak sesui SOP yang ada maka kita akan berikan sanksi administrasi sesuai dengan perundang-perundangan yang berlaku,” tegas Kapus Puskesmas Binamu Kota, Imran Rosady.
“Sesuai perundang-perundangan ada beberapa sanksi administrasi, ringan, sedang dan berat, tergantung kesalahan didalam prosedur yang staf lakukan dalam pelayanan kareng. Namun, saat ini kami tidak bisa mengambil kesimpulan sebelum kami mendengar keterangan yang bersangkutan, Kepala UGD dan Ketua Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Binamu Kota,” terangnya.
Kepala Puskesmas (Kapus) Binamu Kota, Imran Rosady mewakili stafnya meminta maaf ketika dianggap adanya kekeliruan dan pelayanan kurang menyenangkan terhadap pasien yang datang ke Puskesmas Binamu Kota.
“Saya selaku pimpinan, memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kami akan memberikan tanggapan setelah proses klarifikasi dan mediasi kami lakukan. Sekali lagi, kami selaku pelayan masyarakat memohon maaf atas staf kami yang membuat tidak nyaman pelanggan/pengguna Puskesmas Binamu kota,” ucapnya. (*)


















