JENEPONTO—Bupati Jeneponto, Paris Yasir, memimpin rapat penentuan luas tanam dan Musim Tanam (MT) II tahun 2026, di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Jumat (8/5/2026). Rapat ini sekaligus untuk memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian daerah.
Langkah yang dilakukan Bupati Paris Yasir bersama BBWS Pompengan Jeneberang, dalam memastikan kesiapan pelaksanaan musim tanam sekaligus optimalisasi pengelolaan distribusi air irigasi bagi kebutuhan pertanian masyarakat Kabupaten Jeneponto.
Bupati Jeneponto,Paris Yasir menyatakan, pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam menentukan pola tanam dan luas areal pertanian agar pengelolaan air irigasi dapat berjalan optimal, efektif, dan tepat sasaran.
Menurut Paris Yasir, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. “Olehnya itu, diperlukan perencanaan yang matang dan kolaborasi seluruh pihak agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara maksimal pada musim tanam tahun ini,” ujarnya.
“Kerja sama dan koordinasi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar distribusi air irigasi berjalan efektif sehingga pelaksanaan musim tanam dapat berlangsung dengan baik dan produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga,” kata Bupati Paris Yasir.
Sementara itu, perwakilan BBWS Pompengan Jeneberang, Pattajuddin memaparkan, rencana alokasi air tahunan periode musim tanam II tahun 2026.
“Hal itu meliputi kondisi debit air, pola distribusi irigasi, hingga rencana pengaturan pembagian air guna mendukung kebutuhan pertanian di wilayah Kabupaten Jeneponto,” kata Pattajuddin.
Dalam pertemuan dilakukan sesi diskusi oleh seluruh peserta guna menyamakan persepsi dalam pelaksanaan musim tanam II tahun 2026, agar berjalan lancar, efektif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Jeneponto. (*)














