Pasca Ditinggal NA, Begini Nasib Proyek Twin Tower
Twin Tower, Proyek prestisius yang digagas Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah, yang bernilai Rp1,9 Triliun, hingga saat ini nasib pembangunannya tidak jelas.

MAKASSAR—Twin Tower, Proyek prestisius yang digagas Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah, yang bernilai Rp1,9 Triliun, hingga saat ini nasib pembangunannya tidak jelas.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Mengaku pembangunan Gedung Twin Tower saat ini lagi tertunda karena ada beberapa persoalan.

“Saat ini, lagi tertunda karena ada persoalan,” Ungkap Andi Sudirman Sulaiman saat di ditemui di kantor Gubernur Sulsel, Senin (26/4/2021).

Ia Menyebutkan Inspektorat provinsi sulsel saat ini sedang mengkaji legal standingnya.

“Kami sedang kaji legal standingnya, inspektorat terus bekerja untuk memastikan legal standingnya dulu,” sebutnya.

Andi Sudirman Sulaiman Menambahkan setelah hasil kajiannya telah selesai maka akan dibahas lebih lanjut.

“Setelah hasil kajian legal standingnya setelah selesai baru kita duduk bersama untuk membahas kepastian pembangunannya,” Pungkasnya.

Seperti diketahui, pembangunan gedung Twin Tower di kawasan CPI rencananya akan dibangun sampai lantai 36.

Mega proyek itu disebut akan menelan anggaran mencapai Rp 1,9 triliun dengan target pengerjaan selama 18 bulan.

Proyek ini digadang-gadang sebagai salah satu proyek prestisius Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di masa pemerintahan Nurdin Abdullah.

Jika terwujud, maka twin tower akan menjadi gedung yang terintegrasi antara Kantor Gubernur Sulsel, DPRD Sulsel, serta perwakilan kantor Bupati/Wali Kota se-Sulsel.

Tak hanya itu, gedung tersebut juga diklaim akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti mal, hotel dan restoran. (*)