Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Sulsel

Pemerintah Pusat Apresiasi Pemprov Atas Upaya Penanganan Stunting di Sulsel

460
×

Pemerintah Pusat Apresiasi Pemprov Atas Upaya Penanganan Stunting di Sulsel

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Pusat Apresiasi Pemprov Sulsel Atas Upaya Penanganan Stunting
Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengungkapkan apresiasi atas pengakuan Pemerintah Pusat terhadap upaya tersebut.

MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting. Capaian pelaksanaan 8 aksi konvergensi pada web monitoring Bangda yang mencapai 76,93% membuktikan keseriusan Sulsel dalam menangani isu ini.

Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, mengungkapkan apresiasi atas pengakuan Pemerintah Pusat terhadap upaya tersebut.

ā€œDalam Rakor dan Evaluasi Penanganan Stunting yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada 22 November 2024, Sulsel dinyatakan masuk kategori ā€˜Berdaya’, yang merupakan predikat terbaik,ā€ ujarnya, Jumat, 22 November 2024.

Kategori ini menempatkan Sulsel di atas provinsi lain yang masih berada pada kategori ā€˜Berkembang’ dan ā€˜Tumbuh’. ā€œPredikat ini menunjukkan keseriusan Sulsel dalam menangani stunting, berkat arahan langsung dari Pj Gubernur Sulsel Prof. Zudan Arif Fakrulloh dan Ketua TP PKK Sulsel Ninuk Triyanti Zudan,ā€ tambahnya.

Beragam langkah strategis telah dilakukan, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), inovasi Pappadeceng Gizi, gerakan makan telur, hingga pemberian bibit ikan dan tanaman. Sulsel juga telah menyusun pedoman komunikasi perubahan perilaku dan peta jalan pencegahan wasting.

Dukungan ini diperkuat dengan program nasional Pemberian Makan Bergizi Gratis oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

ā€œUpaya ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi melibatkan sinergi lintas sektor,ā€ jelas Andi Bakti.

Selain itu, Sulsel secara aktif menggelar rembuk stunting, pendampingan aksi konvergensi bagi kabupaten/kota, dan evaluasi kinerja. Berkat kolaborasi ini, angka stunting di Sulsel terus menurun.

Berdasarkan data e-PPBMG Oktober 2024, prevalensi stunting tercatat sebesar 8,51%, jauh lebih rendah dibandingkan angka 27,4% pada 2023 menurut data SKI.

Ke depan, fokus akan diarahkan pada wilayah terpencil yang sulit menjangkau layanan kesehatan. Dengan cakupan yang lebih luas dan aksi yang berkelanjutan, Sulsel optimistis bisa terus memperbaiki indikator kesehatan masyarakat. (*/4dv)

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com