MAKASSAR—Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menerima kunjungan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Kamis, 19 Desember 2024. Pertemuan ini membahas kelanjutan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Regional Mamminasata.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulsel, Kuswono Darpito, menyatakan bahwa pembangunan SPAM Mamminasata membutuhkan sinergi lanjutan antara pemerintah pusat dan provinsi. Salah satu fokus utama adalah penyelesaian Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang menjadi bagian penting dari proyek tersebut.
“Pembahasan kami tadi mengenai kelanjutan SPAM Regional Mamminasata. Prinsipnya, proyek ini bersifat stimulan dari pemerintah pusat, tetapi ada bagian yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi, seperti penambahan JDU,” kata Kuswono seusai audiensi.
Ia menjelaskan bahwa SPAM Mamminasata dirancang dengan kapasitas pengolahan air sebesar 1.000 liter per detik. Hingga saat ini, sekitar 770 liter per detik telah terealisasi melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan distribusi.
“Untuk tahap pertama, kami telah membangun 500 liter per detik untuk IPA dan 220 liter per detik untuk JDU. Kekurangan sekitar 280 liter per detik diharapkan menjadi tanggung jawab Pemprov agar bisa dirampungkan tahun depan,” jelas Kuswono.
Kuswono juga menegaskan bahwa penyelesaian sisa kapasitas tersebut bergantung pada alokasi anggaran oleh Pemprov Sulsel. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya menerima komitmen dari Sekda Jufri Rahman bahwa anggaran lanjutan akan disiapkan pada 2025.
“Kami optimis. Tadi Pak Sekda bersama Kadis menyampaikan bahwa anggaran untuk melanjutkan pembangunan akan disiapkan tahun depan. Ini menjadi sinyal positif bagi percepatan proyek SPAM Mamminasata,” tutup Kuswono.
Proyek SPAM Mamminasata diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat di kawasan metropolitan Mamminasata, mencakup Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar. (*/4dv)

















