JENEPONTO—Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Jeneponto menggelar Safari Ramadhan 1446 H yang dirangkaikan dengan bagi-bagi takjil sebagai bagian dari kegiatan Keagamaan dan Sosial.
Kegiatan ini melibatkan para Siswa dan guru serta staf MAN, juga turut dihadiri Kabag Kesra Pemkab Jeneponto, Abdul Rahmat, ini diadakan di 20 Masjid yang tersebar di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Binamu, Kecamatan Tamalatea, Kecamatan Turatea, Kecamatan Batang.
Safari Ramadhan dan bagi-bagi takjil kali ini melibatkan civitas MAN Jeneponto untuk menyiapkan 100 paket sembako yang akan dibagikan di lokasi Safari Ramadhan, Sabtu (15/3/2025).
Safari Ramadhan dan bagi-bagi takjil bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, saling mengingatkan kepada kebaikan, meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, dan memberikan pengalaman spritual bagi siswa.
Pelepasan peserta Safari Ramadhan diawali dengan laporan Ketua Panitia H. Munandar, S.Ag,. MM, yang menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan ini telah rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Ada yang berbeda pada Safari Ramadhan tahun ini, Safari Ramadhan yang dirangkaikan bagi-bagi takjil, yang mana seluruh civitas MAN Jeneponto telah mengumpulkan sembako sebanyak 100 paket yang Insya Allah akan di bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata H. Munandar.
Sementara itu, Kepala MAN Jeneponto Dr. Ihdiana, S.Pd., M.Pd.I saat melepas peserta TIM Safari Ramadhan menyampaikan, kegiatan ini merupakan pengejawantahan dari “Asta Cita” Presiden Prabowo.
“Ini juga sekaligus kegiatan konkrit dari “Asta Aksi” Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yakni Dakwah Ramah Kemanusiaan, sekaligus kegiatan ini wujud nyata dari keikutsertaan MAN Jeneponto mendukung kegiatan Pronakis (program penanganan fakir miskin) dari Pemda Kabupaten Jeneponto,” jelasnya.
Untuk diketahui, kegiatan Safari Ramadhan adalah kegiatan yang menjadi program tahunan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, serta meningkatkan semangat keagamaan di lingkungan Madrasah, yang berdampak pada harmonisasi dan kerukunan kehidupan beragama masyarakat pada umumnya. (*)















