Advertisement - Scroll ke atas
Makassar

Perumda Parkir Makassar akan Tetapkan Pembayaran Parkir Non Tunai

580
×

Perumda Parkir Makassar akan Tetapkan Pembayaran Parkir Non Tunai

Sebarkan artikel ini
Perumda Parkir Makassar akan Tetapkan Pembayaran Parkir Non Tunai
Perumda Parkir Kota Makassar sudah melakukan peluncuran secara simbolis di Jl Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, Minggu, 17 Oktober 2021.

MAKASSAR—Perumda Parkir Kota Makassar akan segera menetapkan pembayaran retribusi parkir secara non-tunai. Artinya, masyarakat pengguna jasa parkir diharuskan membayar parkir menggunakan uang elektronik.

Sebagai tanda akan dimulainya hal tersebut, pihak Perumda Parkir Kota Makassar sudah melakukan peluncuran secara simbolis di Jl Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, Minggu, 17 Oktober 2021.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Kabag Pengelolaan Humas Perumda Parkir Kota Makassar, Asrul, kepada Mediasulsel.com melalui telepon, Kamis (18/10/2021) menuturkan, bahwa kebijakan ini bertujuan agar laporan keuangan lebih update dan transparan. Terlebih lanjut Asrul,biasanya cara konvensional yang diterapkan selama ini cenderung memakan waktu agak lama dalam hal pelaporan.

Untuk  menjalankan kebijakan tersebut, Perumda Parkir juga akan menyediakan sistem pembayaran dengan teknologi cashless, serta akan bekerja sama dengan beberapa perbankan yang ada di kota Makassar.

“Kedepannya, sistem ini akan diterapkan masif di seluruh Kota Makassar,” tegas Asrul.

Olehnya itu, Asrul mengajak masyarakat untuk beradaptasi dengan aturan baru tersebut, agar dapat  masyarakat terbiasa dengan sistem pembayaran parkir non-tunai.

Salah seorang juru parkir yang bertugas di Jl Tamalate Makassar, yang mengaku bernama Faisah Tika, mengaku menyambut baik rencana pemerintah. Menurut Faisah dirinya akan setuju dengan aturan pemerintah baik dibayar langsung ataupun tidak.

Sementara itu, salah seorang Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), yang diketahui bernama Adi, mengaku merasa tenang dengan sistem cashless, karena hal itu akan dapat meminimalisir maraknya parkir liar.

“Ini baik sekali untuk meminimalisir parkir liar, biasa kan kalau dikasi uang Rp5 ribu, kembaliannya Rp2 ribu, nah itu kan melanggar, tapi kita terkadang abaikan saja,” katanya. (*/70n)

error: Content is protected !!