GOWA – Pasca pelaksanaan agenda Musyawarah Besar II dan Pemilihan Umum, Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Alauddin Makassar kembali mengadakan Pelantikan Pengurus untuk Peroide 2019-20120.
Kegiatan yang dilaksanakan tepat di hari pertama bulan suci Ramadhan 1440 H dan bertempat di Gedung Lecture Theater UIN Alauddin Makassar, Senin (6/5/2019).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof Siti Aisyah Kara MA PhD membuka kegiatan Pelantikan Pengurus ini.
Turut dihadiri perwakilan lembaga-lembaga Beasiswa se-UIN Alauddin Makassar yakni HIMABIM (Himpunan Mahasiswa Bidikmisi).
juga Generasi Baru Indonesia (GENBI), Beasiswa Unggulan, Beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan juga beasiswa Yayasan Baitul Mal PLN.
Total calon pengurus yang dilantik untuk periode 2019-2020 adalah berjumlah 19 orang dan diketuai oleh Nurul Magfirah Supu, dimana sebelumnya dilakukakan serah terima jabatan dari Pengurus Lama, Muhammad Aksa.
Pada proses kegiatannya, Calon Pengurus di Lantik langsung Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswa dan Alumni, Prof Siti Aisyah Kara MA PhD.
Dalam sambutannya, Prof Siti Aisyah mengatakan bahwa kedepan CSSMoRA UIN Alauddin kedepannya harus bisa menunjukkan kapasitas dan integritas keilmuan dengan nilai-nilai Santri.
“Saya juga alumni Pesantren, kalau alumni pesantren itu watak dan karakternya kelihatan”
“Santri itu orang-orang yang menjaga nilai-nilai Santri (Kepesantrenan) dan mengimplementasikannya, makanya saya mau lihat Mahasiswa PBSB ini berbeda dengan mahasiswa-mahasiswa lain,” terangnya
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Aksa Demisioner Ketua CSSMoRA periode 2018-2019 berharap Pengurus selanjutnya harus bisa membawa CSSMoRA lebih baik.
“Saya tantang untuk Pengurus baru, kedepan harus bisa buat kegiatan yang bersifat eksternal bukan hanya internal. Harus bisa berkolaborsi dengan organisasi dan komunitas lain,” jelasnya.
Adapun Magfirah Supu, Ketua CSSMoRA UIN Alauddin Makassar yang baru dilantik, dalam pesannya mengatakan bahwa kedepannya pengurus harus bisa lebih aktif dan kontribusif.
“Kita adalah mahasiswa CSSMoRA penerima Beasiswa Santri Berprestasi, tentu kita harus bersyukur, makanya rasa syukur itu harus dimplementasikan dengan cara aktif dan berkontribusi di CSSMoRA,” tutupnya. (*)













