Dirut PD Parkir Makassar, Irham Syah.

MAKASSAR – Sistem Elektronik Parkir (E-Parking) yang diterapkan Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya sudah berjalan. Meski masih dalam masa uji coba, namun aplikasi ini dinilai berhasil meningkatkan pendapatan perharinya.

Dirut PD Parkir, Irham Syah Mengatakan, sistem e-parkir baik menggunakan mesin Elektronik Data Capture (EDC) dengan sistem handheld maupun Terminal Parkir Elektronik (TPE) dengan sistem standheld sama-sama mendapatkan hasil yang positif dari segi transparansi pendapatan.

“Pemakaian alat ini meningkat sehingga penggunaan alat ini dalam waktu dekat ketika keadaan sudah normal mudah-mudahan itu akan menjadi penghasilan tambahan”

“Kalau konvensional hanya bisa dapat Rp700 ribu per hari, sekarang sudah Rp800ribu sampai Rp1 juta per hari,” kata Irham, Rabu (1/7).

Pengadaan alat EDC dan TPE kata Irham yakni melalui pihak ke tiga. Jumlah EDC yakni sebanyak 30 unit, sementara TPE sebanyak 25 unit.

“Melalui pihak ke tiga, karena mereka yang memiliki sistemnya. Kami hanya pengadaan. Kalau harga itu yang mahal TPE, harganya bisa sampai ratusan juta per unit. Kalau EDC itu satu unit sampai Rp5 juta ji,” sebutnya.

Selain itu, biaya yang menjadi tanggung jawab PD Parkir adalah gaji operasional para jukir. Apalagi pihaknya telah menjanjikan agar semua jukir digaji setara dengan upah minimum kota (UMK) yakni sebesar Rp3,1 juta, termasuk jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Penggajian itu sebenarnya kita sudah jalan, buktinya kami setiap hari itu masih berikan penghasilan mereka Rp50ribu per hari, dikali 30 hari bisa dapat Rp1,5 juta, karena keadaan belum memungkinkan.”

“Bahkan, kemarin teman-teman jukir meminta target tapi kami evaluasi ternyata jukernya mau main, ada sesuatu yang mereka sembunyikan,” ujarnya.

Meski penghasilan dinilai membaik, namun Irham syah tak menampik jika pemasukan belum maksimal, lantaran masih ada jukir yang memainkan sistem parkir elektronik. Hal itu diketahui, setelah tim pd parkir melakukan investigasi lapangan.

Irham menambahkan, berbagai berbagai upaya terus dilakukan, guna memaksimalkan pemasukan dari sektor penarikan retribusi parkir tepian jalan.

Diketahui, target pemasukan PD Parkir secara total tahun ini adalah sebesar Rp46 miliar. (*)