Advertisement - Scroll ke atas
Sulsel

Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Tana Toraja Gelar Aksi Seribu Lilin di Kantor Gubernur Sulsel

1081
×

Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Tana Toraja Gelar Aksi Seribu Lilin di Kantor Gubernur Sulsel

Sebarkan artikel ini
Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Tana Toraja Gelar Aksi Seribu Lilin di Kantor Gubernur Sulsel
Puluhan Pemuda dan Mahasiswa asal Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang Mappak (IPPEMSI) menggelar aksi kemanusiaan Penyalaan Seribu Lilin di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (15/5/2024) malam.

MAKASSAR—Puluhan Pemuda dan Mahasiswa asal Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang Mappak (IPPEMSI) menggelar aksi kemanusiaan Penyalaan Seribu Lilin di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (15/5/2024) malam.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus IPPEMSI, Daniel Grand Saputra aksi tersebut dilaksanakan untuk menyikapi peristiwa meninggalnya anak bayi yang harus dilahirkan di pinggir jalan yang diakibatkan rusaknya jalan penghubung sehingga mobil yang membawa ibu sang bayi tidak bisa membawanya hingga ke Rumah Sakit.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

“Aksi ini sebagai ungkapan turut berduka cita atas meninggalnya seorang anak bayi yang dilahirkan di pinggir jalan. Kejadian tersebut dikarenakan rusaknya jalan penghubung sehingga mobil yang membawa ibu hamil tersebut tidak bisa menembus ke rumahsakit,” jelas Ketua Umum IPPEMSI yang akrab disapa Dani..

Dani berharap lewat aksi seribu lilin ini tidak ada lagi bayi yang dilahirkan di jalan karena akses jalan menuju rumah sakit terhambat bahkan terputus karena pemerintah kurang perhatian akan akses jalan daerah.

Sementara itu salah seorang mantan ketua DP IPPEMSI yang saat ini berprofesi sebagai advokat yang akrab disapa Ari mengatakan bahwa pemerintah lewat kasus kematian bayi ini harus lebih peka dan peduli akan akses jalan penghubung antar daerah.

“Pemerintah di malam ini kami dalam terang seribu lilin di sini harus lebih bisa melihat dan membuka mata untuk lebih peduli akan akses jalan. Dimana akses jalan merupakan alat vital dalam transportasi saat ada kejadian seperti ini. Pemerintah sebaiknya lebih sigap dan lebih cepat membenahi akses jalan yang rusak atau terpurus agar tidak ada lagi korban anak tunas bangsa yang meninggal karena kelalaian pemerintah,” ujar Ari dalam orasinya.

Untuk diketahui salah seorang ibu hamil warga Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja, MA, Sabtu 5 Mei 2024 baru lalu dengan terpaksa harus melakukan persalinan di pinggir jalan saat perjalanan menuju rumah sakit di Makale, karena jalanan yang biasanya dapat dilalui kendaraan, belum bisa dilewati, buntut longsor yang terjadi satu bulan lalu tak kunjung dibersihkan.

Menurut Dani kejadian tersebut bermula saat MA akan melahirkan di Puskesmas Lekke’, Kecamatan Simbuang, namun karena fasilitas dan kondisi yang tidak memadai, MA harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Makale. Saat di perjalanan, mobil yang ditumpangi pasien harus terhenti karena longsor masih menutupi jalan yang berada di Lembang Makkodo Kecamatan Simbuang tak kunjung diperbaiki.

Lebih lanjut Dani menuturkan, karena mobil pengangkutnya harus tertahan, keluarga memutuskan membawa MA menuju Makale dengan kendaraan roda dua, namun belum beberapa lama perjalanan, MA tak lagi mampu mnenahan rasa sakitnya dan bahkan informasinya mengalami pendarahan yang serius, sehingga mereka memutuskan menepi untuk melakukan persalinan meski di bawah terik matahari dan beralaskan kerikil.

“Tak peduli di bawah terik matahari dan beralaskan kerikil di jalan, ia sekuat tenaga melahirkan bayinya dengan harapan bayi itu lahir dengan selamat dan sehat. Sayangnya, harapan itu sirna, bayi yang dikandungnya selama sembilan bulan harus direlakan kepergiannya, karena tak sempat memperoleh pertolongan,” terang Dani seraya berharap kejadian ini tidak terulang lagi. (70n/AG4Ys)

error: Content is protected !!