Rektor Unismuh Makassar Harap Maba Baru Selesaikan Studi Tepat Waktu
Ketua PWM Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag, Rektor Unismuh, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM, Ketua BPH, Dr Ir HM Syaiful Saleh, M.Si dan para wakil rektor, pada acara pembukaan orientasi akademik mahasiswa baru Unismuh Makassar, Senin 9 September 2019. (Foto: nasrullah)

MAKASSAR – Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM berharap kepada mahasiswa yang baru diterima di Unismuh Makassar bisa menyelesaikan studinya tepat waktu, yakni 4 tahun.

Oleh karena itu, mahasiswa baru diharapkan hanya fokus pada pendidikan, sehingga target penyelesaian studi tepat waktu bisa dicapai.

“Ini pencapaian yang diharakan dari sisi akademiknya.Tetapi selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki pengetahuan tambahan atau soft skill,” ujar rektor diacara masa orientasi akademik mahasiswa baru Unismuh tahun ajaran 2019-2020, Senin, 9 September 2019.

Dikatakan rektor, Unismuh Makassar pada setiap fakultas telah menyiapkan pengetahuan akademik serta pengetahuan tambahan atau keterampilan.

Seperti disetiap fakultas mahasiswa diajarkan entrepreneurship selama dua semester menuju kemandirian. Dikatakan dengan memiliki jiwa entrepreneurship, seorang mahasiswa dipastikan akan memiliki keberanian didalam berinovasi.

“Jangan hanya berpikir bahwa seseorang yang memiliki jiwa entrepreneuship pasti mereka hanya berpikir pengusaha. Akan tetapi orang yang memiliki jiwa entrepreneurship memiliki karakter sebagai pemberani, memiliki inovasi serta kreatifitas,”ujar Prof Rahman Rahim.

Dihadapan 4.333 orang mahasiswa baru Unismuh, rektor menjelaskan, Unismuh Makassar adalah kampus Islam. Sehingga suasana yang dibangun di kampus adalah nilai-nilai Islam.

Indikator Unismuh Makassar sebagai kampus Islami, adalah salat berjamaah di masjid yang ada di kampus, taksinul qiraah, memberikan salam, dan membuang sampah pada tempatnya.

Sementara Ketua BPH, Dr Ir HM Syaiful Saleh, M.Si, mengatakan, diterima kuliah di Unismuh Makassar harus berhasil. Kalau tidak berhasil jangan pernah menyalahkan orang tua atau dosen, tetapi salahkanlah dirimu sendiri. (ulla/yah/c/shar)