Reses di Kecamatan Manggala, Anggota DPRD Dapil IV Makassar Janji Kawal Perubahan Insentiv RT/RW

MAKASSAR, Anggota DPRD Kota Makassar Dapi IV, Manggala-Panakkukang yang diwakili, Wakil Ketua DPRD, Andi Nurhaldin, Ketua Komisi A, Supratman dan Anggota Komisi C, Nasir Rurung, berjanji akan mengawal usulan ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FKLPM) kecamatan Manggala, Andi Pasamangi Wawo tentang perubahan incentive RT/RW.

Hal itu disampaikan ketua Komisi A DPRD kota Makassar, Supratman saat menanggapi pertanyaan dan usulan Andi Pasamangi di depan peserta reses yang terdiri dari Camat, Sekcam, lurah, ketua LPM kelurahan, perwakilan ketua RT dan RW se kecamatan Manggala yang digelar di aula kantor camat Manggala, Senin (15/6).

“ Kedepan diharapkan insentif RT dan RW ditetapkan besaran dan selisihnya dengan tidak mengacu lagi pada Perwali 72 tentang 9 indikator yang melibatkan Ketua LPM menilai di tiap kelurahan,” ungkap Supra panggilan akrab Supratman.

Lebih lanjut menurut Supra, sebenarnya bila mengacu visi misi Walikota sebelumnya, tak perlu ada Perwali tersebut, karena PAD sudah mencapai Rp. 1 Triliun lebih, dimana diterakan jika PAD mencapai 1Trilyun, Incentive RT/RW otomatis sebesar Rp. 1 Jt.

“Inshaa’Allah saya akan coba wacanakan untuk disepakati dengan memindahkan anggaran incentive RT/RW yanag selama ini melekat di kecamatan ke BPM (Bagian Pemberdayaan Masyarakat;red), kemudai dalam juknisnya diatur ada perwakilan BPM di setiap Kelurahan, sementara terkait penggantian RT dan RW, jika dirasa perlu, menjadi kewenangan Lurah dan Camat,” tegasnya.

Selain permasalahan incentiv, sejumlah usulan yang berkembang dalam diskusi disampaikan sejumlah ketua LPM kelurahan diantaranya, terkait sistem penerimaan siswa baru dalam masa pandemi, Pembangunan Kantor lurah Bitowa, penanganan ternak baik yang sering memacetkan arus lalu lintas di jalan Tamangapa raya maupun yang berkeliaran di permukiman warga.

Lihat Juga:  Danny-Fatma Hadiri Peringatan Isra Miraj di Masjid H. Hamarung

Hal lain yang juga sempat mengemuka adalah penanganan parkir mobil sampah yang ada di kelurahan Batua, Biring Romang dan Tamangapa serta belum dibayarkannya incentive bagi guru ngaji, Imam rawatib dan pemandi Jenazah.

Menanggapi belum dibayarkannya incentive bagi guru ngaji, Imam rawatib dan pemandi Jenazah, Wakil Ketua DPRD kota Makassar Andi Nurhadil menjelaskan, bahwa sesuai dengan hasil komunikasi dengan kepala bagian Kesra kota Makassar, incentiv yang tertunda tersebut akan segera dibayarkan dalam bulan ini.

“Sesuai hasil komunikasi saya dengan bagian kesra barusan, incentive bagi guru ngaji, Imam rawatib dan pemandi Jenazah, yang sebelumnya sempat menjadi bagian yang akan direfokus, Insya’Allah dalam bulan ini akan dibayarkan kepada yang bersangkutan,” terang Nurhaldin.

Sementara terkait parkir mobil sampah, Nurhaldin menjelaskan, bahwa saat ini telah diwacanakan oleh pemerintah kota sementara waktu akan menggunakan lahan ex terminal Tuddopuli, sembari menunggu lahan lain yang lebih representative. (464Ys)

Berita terkait