PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Hamzah Hamid Soroti Polemik Desil Bansos dan Daya Tampung SMA Negeri di Makassar • Antrean Panjang BBM dan Sulitnya LPG, Cermin Gagalnya Negara • Hadapi Era AI, Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T Anak Muda • Polemik Pemakzulan Bupati Gowa, Bagaimana Islam Memandangnya? • NBA Gandeng Brand David Beckham IM8 Sebagai Mitra Nutrisi Resmi di RI Hingga Australia • AI di Era Digital: Antara Kemajuan, Ancaman, dan Tanggung Jawab • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Hamzah Hamid Soroti Polemik Desil Bansos dan Daya Tampung SMA Negeri di Makassar • Antrean Panjang BBM dan Sulitnya LPG, Cermin Gagalnya Negara • Hadapi Era AI, Menaker Yassierli Paparkan Formula 5T Anak Muda • Polemik Pemakzulan Bupati Gowa, Bagaimana Islam Memandangnya? • NBA Gandeng Brand David Beckham IM8 Sebagai Mitra Nutrisi Resmi di RI Hingga Australia • AI di Era Digital: Antara Kemajuan, Ancaman, dan Tanggung Jawab •
Health

Riset BSTI Ungkap 3 dari 4 Orang Indonesia Punya Kulit Sensitif

20
×

Riset BSTI Ungkap 3 dari 4 Orang Indonesia Punya Kulit Sensitif

Sebarkan artikel ini
Riset BSTI Ungkap 3 dari 4 Orang Indonesia Punya Kulit Sensitif
dr. Irwan Saputra Batubara, MSc., Sp.DVE saat mempresentasikan poster ilmiah hasil riset BSTI versi Indonesia pada ajang 35th EADV Congress 2026 di Vienna, Austria. (Foto: Dok. LABORÉ)

VIENNA—Riset Baumann Skin Type Indicator (BSTI) versi Indonesia menemukan fakta bahwa 3 dari 4 orang dewasa yang diteliti memiliki karakteristik kulit sensitif, baik pemilik tipe kulit kering maupun berminyak.

Temuan tersebut dipresentasikan pada ajang 35th European Academy of Dermatology and Venereology (EADV) Congress 2026 di Vienna, Austria, yang berlangsung pada 30 September–3 Oktober 2026.

Riset ini menunjukkan dua orang dengan kulit sama-sama berminyak belum tentu menghadapi kondisi serta kebutuhan perawatan yang identik. Satu orang bisa saja memiliki kulit sensitif yang rentan iritasi, sementara lainnya punya karakteristik kulit lebih resisten.

Pengelompokan kulit yang hanya berpatokan pada kondisi kering atau berminyak dinilai belum memberikan gambaran utuh terkait kebutuhan perawatan seseorang.

Guna memahami keragaman itu, LABORÉ bersama PERDOSKI dan para dermatolog dari FKUI-RSCM merancang serta menguji BSTI versi Indonesia.

Pengujian yang melibatkan 150 orang dewasa di Indonesia ini mengkaji karakteristik kulit berdasarkan empat dimensi, yaitu Dry/Oily, Sensitive/Resistant, Pigmented/Non-Pigmented, dan Tight/Wrinkled.

Kombinasi dari empat dimensi tersebut menghasilkan 16 profil kulit. Hasil ini memungkinkan karakteristik kulit dipahami secara lebih spesifik.

Dari riset tersebut, terungkap fakta menonjol bahwa 3 dari 4 orang dewasa yang diteliti memiliki karakteristik kulit sensitif, baik pada kelompok kulit kering maupun berminyak.

Hal ini memperlihatkan bahwa sensitivitas bukan karakteristik yang terbatas pada satu tipe kulit saja.

“Selama ini, tipe kulit sering kali dipahami melalui karakteristik yang paling terlihat, seperti kering atau berminyak. Namun, karakteristik tersebut tidak selalu menggambarkan kondisi kulit secara menyeluruh,” kata dr. Irwan Saputra Batubara, MSc., Sp.DVE, yang mempresentasikan penelitian tersebut dalam poster ilmiah di 35th EADV Congress 2026.

“Dengan melihat empat dimensi kulit secara bersamaan, BSTI membantu memberikan gambaran yang lebih spesifik, termasuk membedakan karakteristik sensitivitas pada individu dengan tipe kulit yang berbeda. Pendekatan ini penting agar pemahaman terhadap kulit tidak berhenti pada kategorisasi dasar, tetapi juga mempertimbangkan keragaman karakteristik setiap individu,” terangnya.

Pendekatan multidimensional ini juga memperhitungkan faktor lain yang memengaruhi kondisi kulit, seperti lingkungan, gaya hidup, perubahan hormonal, penggunaan obat, hingga kondisi geografis.

Oleh karena itu, dua orang yang memiliki kategori dasar kulit serupa belum tentu mempunyai karakteristik yang persis sama.

Sebelum diuji kepada 150 orang dewasa, BSTI versi Indonesia menjalani proses penerjemahan dan adaptasi lintas budaya. Hasilnya menunjukkan validitas serta reliabilitas yang dapat diterima untuk mengidentifikasi tipe kulit populasi dewasa di tanah air.

Penelitian ini turut melibatkan Dr. Leslie S. Baumann, FAAD, dermatolog asal Amerika Serikat sekaligus pencipta BSTI. Metode BSTI sendiri telah digunakan untuk mengevaluasi karakteristik kulit lebih dari 200.000 orang di berbagai negara.

Keikutsertaan LABORÉ dalam EADV Congress 2026 membawa perspektif penelitian kulit masyarakat Indonesia ke tingkat dermatologi global.

Forum tersebut berfungsi sebagai wadah mempertemukan temuan dari Indonesia dengan perkembangan ilmu dermatologi internasional, sekaligus memperluas diskusi keragaman karakteristik kulit pada populasi yang berbeda. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com