Sambut Piala Dunia, GoFood Hadirkan Layanan Ongkir Hanya Rp2.000

Sambut Piala Dunia, GoFood Hadirkan Layanan Ongkir Hanya Rp2.000
Sambut Piala Dunia yang berlangsung di Qatar 2022, layanan pesan-antar makanan online GoFood kembali menghadirkan inisiatif terbaru bagi pelanggan melalui fitur Mode Hemat.

MAKASSAR—Sambut Piala Dunia yang berlangsung di Qatar 2022, layanan pesan-antar makanan online GoFood kembali menghadirkan inisiatif terbaru bagi pelanggan melalui fitur Mode Hemat.

Pelanggan dapat memesan makanan dengan ongkos kirim (Ongkir) yang lebih ramah di kantong, hanya dengan Rp2.000.

Inovasi ini merupakan terobosan GoFood untuk menjawab perubahan gaya hidup masyarakat yang kian mengandalkan layanan pesan-antar makanan.

Apalagi di tengah pertandingan bola dunia Qatar 2022, layanan pesan-antar makanan semakin jadi andalan dalam memenuhi kebutuhan makanan berat, cemilan, hingga minuman ringan untuk menemani keseruan nonton pertandingan tim bola kesayangan mereka.

Regional Sales Head Gojek Indonesia Timur Lutfi Sanjaya berharap fitur GoFood Mode Hemat ini dapat memberikan opsi yang lebih ekonomis.

“Sebagai layanan pesan-antar makanan andalan masyarakat Kota Makassar, kami berharap fitur GoFood Mode Hemat ini dapat memberikan opsi yang lebih ekonomis bagi pelanggan setia GoFood. Hanya dengan ongkos kirim Rp2.000, pelanggan setia GoFood dapat memesan kuliner apa saja dan di mana saja di Kota Makassar,” ucapnya.

Berita Lainnya

Selain keuntungan bagi para pelanggan, hadirnya Mode Hemat ini diharapkan dapat turut mendorong potensi permintaan terhadap orderan mitra driver dan juga mitra UMKM kuliner di Kota Makassar.

Pelanggan GoFood dapat memilih menu sesuai selera dan nikmati ongkir Rp2.000 untuk tiap pemesanan

Sejak diluncurkan pada awal November, GoFood Mode Hemat telah mendapatkan animo positif dari pelanggan setia GoFood, terlihat dari tren peningkatan jumlah orderan semenjak pertama kali diluncurkan.

Lihat Juga:  Siapkan $130 Miliar, Presiden Jokowi Ajak Anak Muda Masuki Dunia Usaha

“Tentunya, kami berharap pelanggan dapat menikmati menu pilihan dan favorit masyarakat Makassar dengan lebih hemat,” lanjut Lutfi.

Suporter setia Persatuan Sepak bola Makassar atau PSM, Uki Nugraha menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang GoFood lakukan termasuk bagi para penggemar sepak bola di tengah pertandingan bola dunia Qatar 2022 ini

“Ini tentunya menjadi kabar baik ya buat kami para pecinta sepak bola di Kota Makassar, baru ini saya mendengar ada salah satu aplikasi layanan pesan-antar makanan yang pintar memanfaatkan momen seperti pertandingan bola dunia Qatar 2022 ini,” bebernya.

“Nonton rame-an itu sangat seru kalau ada cemilannya, minimal ya kacang dan kopi, tapi kalau ada martabak dan pesannya pakai GoFood pasti lebih seru apalagi ongkir-nya hanya Rp2.000, ini tentunya akan membuat saya terus order beragam menu menggunakan GoFood,” tuturnya.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kota Makassar, Dee Dasysyara Dahyar menyampaikan apresiasinya kepada Gojek dan GoFood yang turut memberikan dampak kepada UMKM dengan adanya fitur GoFood Mode Hemat ini,

“Mewakili pemerintah Kota Makassar, tentunya kami sangat mengapresiasi inisiatif yang terus diluncurkan oleh Gojek dan GoFood yang sangat memperhatikan hal-hal yang penting, seperti potongan ongkos kirim, sehingga turut membantu perekonomian agar terus berputar di Kota Makassar dan membantu perekonomian UMKM lekas bangkit,” lanjutnya.

“Fitur ini tentunya sangat memanjakan para penggemar sepakbola di Kota Makassar yang suka nonton bersama sambil ngemil, serta masyarakat pada umumnya,” lanjutnya.

Selain meluncurkan fitur Mode Hemat di GoFood, Gojek juga turut melaksanakan nonton bareng pertandingan Argentina melawan Saudi Arabia di Pijakan Cafe Makassar salah satu mitra usaha GoPay yang telah mendapatkan lisensi nonton bersama pertandingan bola dunia Qatar 2022.

Lihat Juga:  Go Food Ajak Warga Makassar Wisata Kuliner Online

Selama pandemi, terjadi perubahan kebiasaan para pelanggan layanan pesan-antar makanan GoFood untuk mendapatkan makanan yang lebih ekonomis dan praktis.

Berdasarkan data riset e-conomy SEA 2021, terbatasnya kegiatan fisik di luar selama pandemi berdampak pada meningkatnya penggunaan layanan digital masyarakat Indonesia, hingga rata-rata 3,6 kali lipat. (*)

Berita terkait