Sekprov Sulsel: Jika ingin semua hutan terlindungi, tentunya harus mempunyai rasa memiliki
Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, melakukan diskusi secara virtual dengan Rasio Ridho Sani Direktorat Jendral (Dirjen) Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK RI) di Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (13/7/2021)

MAKASSAR—Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, melakukan diskusi secara virtual dengan Rasio Ridho Sani Direktorat Jendral (Dirjen) Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK RI) di Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (13/7/2021)

Abdul Hayat Gani mengatakan, jika ingin semua hutan terlindungi, tentunya harus mempunyai rasa memiliki. Dengan merasa memiliki sudah pasti akan saling melindungi hutan di wilayahnya masing-masing.

“Apalagi didukung dengan kolaborasi antara Gakkum LHK Wilayah Sulsel bersama pihak kejaksaan, kepolisian, dinas kehutanan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Ia mengemukakan, kerusakan hutan ini sudah menjadi ancaman yang harus bisa diantisipasi.

“Dengan melakukan kerjasama ini berjalan dengan baik di lapangan, dan jangan sampai kita bekerja kemudian ingin masing-masing naik bendera masing-masing. Kerusakan hutan ini sudah menjadi ancaman bagi kita semua, baik kabupaten provinsi maupun pusat,” sebutnya.

Abdul Hayat lebih jauh, mengaku sudah menemukan benang merah atas kerusakan hutan di Sulsel. Kendati demikian, pihak Pemprov Sulsel, Gakkum LHK Wilayah Sulsel dan seluruh pihak lainnya harus lebih gesit lagi dalam melindungi hutan.

“Ini bukan hanya tugas dari dinas lingkungan hidup dan kehutanan saja, tapi tugas kita semua. Mulai alim ulama sampai pemerintah desa serta tokoh-tokoh di semua daerah. Saya kira dengan paparan tadi, benang merah sudah kita ketemukan, tinggal menjalankan bagaimana kerjasama ini,” tuturnya.

Sekprov berharap pihak Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum LHK) lebih mengutamakan kearifan lokal dalam penegakan hukum. “Penegakan hukum tetap tegas tapi harus memperhatikan kearifan lokal kita,” pungkasnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan lebih bagus salah satunya dengan melakukan edukasi. “Bukan hanya penindakan tapi juga pencegahan. Pencegahan lebih bagus dengan melakukan edukasi karena kalau sudah penindakan sudah mahal,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Gakkum LHK RI, Rasio Ridho Sani, mengucapkan, terimakasih kepada Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani atas masukan dan sarannya terhadap bagaimana melindungi hutan di Sulsel.

“Pertama saya ucapkan terimakasih kepada Pak Abdul Hayat Gani. Kita akan bahas secara teratur bersama Pak Sekda bagaimana penegakan hukum bagi pelanggar hukum. Kita harus ada strategi khusus untuk penegakan hukum. Kemudian kita juga akan melakukan edukasi melalui pencegahan,” tutupnya. (*)