PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dua Lansia Tewas dalam Kebakaran, TP PKK Toraja Utara Tempuh Jalan Kaki Salurkan Bantuan • Perang Kelompok Kembali Marak, JMSI Sulsel Sentil Polda dan Polrestabes Makassar • Seragam Devile KONI Bone Rp900 Ribu per Set, Anggaran Belum Ada tapi Pengadaan Jalan • 6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar Diperpanjang, 135 Pegawai Tak Masuk Usulan • KAHMI Sulsel Mulai Galang Dukungan Pembangunan Graha Hijau Hitam di Talasalapang • Distaru Makassar Sosialisasikan SLF, Tekankan Legalitas dan Keselamatan Bangunan Gedung • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dua Lansia Tewas dalam Kebakaran, TP PKK Toraja Utara Tempuh Jalan Kaki Salurkan Bantuan • Perang Kelompok Kembali Marak, JMSI Sulsel Sentil Polda dan Polrestabes Makassar • Seragam Devile KONI Bone Rp900 Ribu per Set, Anggaran Belum Ada tapi Pengadaan Jalan • 6.472 PPPK Paruh Waktu Makassar Diperpanjang, 135 Pegawai Tak Masuk Usulan • KAHMI Sulsel Mulai Galang Dukungan Pembangunan Graha Hijau Hitam di Talasalapang • Distaru Makassar Sosialisasikan SLF, Tekankan Legalitas dan Keselamatan Bangunan Gedung •
Bone

Seragam Devile KONI Bone Rp900 Ribu per Set, Anggaran Belum Ada tapi Pengadaan Jalan

16
×

Seragam Devile KONI Bone Rp900 Ribu per Set, Anggaran Belum Ada tapi Pengadaan Jalan

Sebarkan artikel ini
gambar berita
Sejumlah item sragam devile Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bone untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Bone.

BONE — Pengadaan seragam devile untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Bone menjadi sorotan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bone mengakui pengadaan perlengkapan tersebut dilakukan lebih dahulu, meski anggaran hibah dari pemerintah belum tersedia.

Ketua KONI Bone, Asiswa Karim, mengungkapkan pengadaan seragam dilakukan dengan mengandalkan kepercayaan kepada penyedia. Langkah itu diambil agar perlengkapan dapat digunakan saat pelaksanaan kegiatan tanpa harus menunggu pencairan anggaran.

“Atas dasar kepercayaan dengan penyedia, pengadaannya lebih duluan daripada anggarannya. Karena kalau mau tunggu anggaran dulu, maka tidak bakal bisa dipakai devile,” ungkap Asiswa.

Ia menjelaskan, KONI Bone menerima sejumlah penawaran dari penyedia. Namun, berdasarkan kesepakatan, pihaknya memilih penyedia yang bersedia memenuhi kebutuhan seragam dengan harga Rp900 ribu per set, termasuk pajak yang menjadi tanggungan penyedia.

Saat dimintai penjelasan lebih jauh mengenai komponen harga pengadaan tersebut, Asiswa mengarahkan wartawan untuk mengonfirmasi Sekretaris Umum KONI Bone, Mukhlis.

Mukhlis membenarkan harga satu set seragam devile mencapai Rp900 ribu. Harga tersebut mencakup sembilan jenis perlengkapan yang diperuntukkan bagi peserta.

“900 RB per set untuk 9 item,” tulis Mukhlis melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/10/2026).

Sembilan item itu terdiri atas topi, jaket, celana training, kaos dalam atau jersey, kaos kaki, sepatu, tas punggung, handuk kecil, dan travel bag.

Terkait kesesuaian barang yang diterima dengan spesifikasi penawaran, Mukhlis memastikan seluruh perlengkapan tersebut telah sesuai.

Namun, ketika diminta merinci harga masing-masing barang sebagaimana tercantum dalam proposal penyedia, Mukhlis belum memberikan angka yang dimaksud. Ia menyatakan perlu memeriksa kembali dokumen tersebut.

“Sebentar, kalau sampai di rumah saya buka daftarnya, karena baru selesai acara konferensi dan baru mau pulang ini,” jelasnya pada Selasa sore sekitar pukul 17.45 WITA.

Hingga berita ini disusun, rincian harga sembilan item tersebut belum diterima wartawan. Padahal, informasi itu penting untuk mengetahui komponen pembentuk harga Rp900 ribu per set, terlebih pengadaan tersebut menggunakan anggaran hibah pemerintah.

Sorotan juga muncul dari sisi harga dan kualitas barang. Seorang penerima seragam mengaku pernah mengecek harga perlengkapan serupa di pasaran. Berdasarkan perkiraannya, jika sembilan item dibeli secara satuan, total harganya berada di kisaran Rp500 ribuan.

“Kalau kita beli satuan, sekitar 500-an harganya itu. Kalau partai banyak mungkin bisa lebih murah,” ungkapnya.

Perkiraan tersebut belum menjadi pembanding yang setara karena belum disertai rincian merek, spesifikasi, dan kualitas setiap barang. Meski demikian, selisih perkiraan harga pasar dengan nilai pengadaan Rp900 ribu per set menjadi alasan pentingnya keterbukaan rincian belanja.

KONI Bone perlu menjelaskan secara terbuka komponen harga setiap item, spesifikasi barang, serta mekanisme pengadaan yang dilakukan sebelum anggaran tersedia. Penjelasan tersebut diperlukan agar publik dapat menilai kewajaran harga dan memastikan penggunaan dana hibah pemerintah dapat dipertanggungjawabkan. (45r)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com