PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi SampahPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Mulai Januari 2027, PPPK Penuh Waktu Didorong Jadi ASN Lewat Tes KompetensiOlympic of Statistics 2026 UNM Resmi Ditutup, Mahasiswa Sejumlah Kampus Bersaing di Ajang Statistik NasionalKapolri Dorong Polwan Indonesia Naik Kelas di Forum IAWP, Diikuti 43 NegaraRp130,4 Juta Digelontorkan untuk Pemuda Pangkep, KHDTK Tabo-Tabo Disiapkan Jadi Sentra EkowisataDPRD Makassar Dorong GERMAS dan Kesadaran Kesehatan Mental di Tengah MasyarakatMunafri Ajak Muslimat NU Makassar Kolaborasi dengan Dewan Lingkungan Atasi Sampah
Internasional

Skandal Penerbangan Bikini Tim Sepak Bola Vietnam

398
×

Skandal Penerbangan Bikini Tim Sepak Bola Vietnam

Sebarkan artikel ini

HANOI  – Sepuluh tahun setelah Federasi Sepak Bola Vietnam mencapai kesepakatan dengan klub sepak bola Inggris papan atas, Arsenal FC dan membuka Akademi Hoang Anh Gia Lai, tim Vietnam melesat dari posisi bontot yang tak diperhitungkan, ke posisi kedua dalam turnamen Piala Asia U-23. Vietnam kalah secara memilukan di final turnamen itu dari Uzbekistan.

Dua hari setelah pertandingan 27 Januari itu di Changzhou, China, yang diliputi dengan salju, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam (CAC) mengenakan denda terhadap Vietjet sebesar 44 juta Dong Vietnam atau sekitar $2.000, karena hiburan selama penerbangan yang membawa pulang tim sepak bola Vietnam itu, termasuk pertunjukan perempuan-perempuan berbikini.

Para perempuan itu tampil di media sosial, begitu pula para pesepak bola muda itu. Vietnam yang secara tradisional adalah masyarakat sederhana, tidak senang akan hal itu. Kebanyakan orang menilai para pesepak bola yang mengenakan seragam warna merah dan kuning negara ketika bertanding, adalah wakil negara mereka di laga internasional.

Ketika mengeluarkan denda atas pertunjukkan bikini, CAC mengatakan walaupun pertunjukan itu tidak membahayakan keselamatan penerbangan VietJet, namun tetap saja ada “potensi ancaman keselamatan.”

“Menurut saya, alasan itu sangat tidak meyakinkan,” kata Vo Van Tao, pengusaha papan atas Vietnam kepada VOA Bahasa Vietnam. “Keselamatan tidak ada hubungannya dengan pertunjukan dan para model berbikini.”

Nguyen Thi Phuong Thao, CEO VietJet dan miliarder Vietnam pertama memohon maaf atas kejadian itu dan mengatakan pertunjukan selama penerbangan terjadi spontan dan tidak termasuk program pemberian hadiah.

CAC bergeming dan tetap mendenda seorang eksekutif VietJet dan pramugari senilai 4 juta Dong Vietnam ($176) karena ‘lalai memberitahu kapten” mengenai insiden itu. [voa/4ld]

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com