BANDA ACEH—Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar sosialisasi program beasiswa S2 dan S3 di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Rabu 10 Juli 2025 lalu.
Sesuai keterangan pers yang diterima Mediasulsel.com, Sabtu (12/7/2025), program ini ditujukan bagi generasi muda Aceh yang ingin melanjutkan studi keulamaan dengan dukungan penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga kesempatan short course ke luar negeri.
Sosialisasi dibuka langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.Ag., yang menekankan pentingnya regenerasi ulama berwawasan global. Ia mengapresiasi kolaborasi PKUMI dan LPDP sebagai langkah strategis membentuk ulama moderat yang siap menjawab tantangan zaman.
“Ini bukan sekadar beasiswa, tapi investasi untuk masa depan umat,” ujarnya.
Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., menegaskan bahwa PKUMI dirancang sebagai lembaga bertaraf internasional untuk melahirkan ulama yang menguasai khazanah keislaman klasik dan kontemporer.
“PKUMI bukan hanya tempat kuliah, tapi pembinaan intensif calon ulama rujukan di level lokal hingga global,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Akademik PKUMI, Dr. Nur Rofiah, Bil.Uzm., menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan melalui laman resmi pmbpku.istiqlal.or.id. Seleksi mencakup tahapan administrasi, tes keulamaan, wawancara, hingga surat komitmen. Salah satu poin penting, peserta diwajibkan tidak mendaftar CPNS selama masa studi dan bersedia tinggal di asrama.
“Kami mencari kader ulama yang siap total. Komitmen tinggal di asrama dan tidak daftar CPNS adalah bentuk keseriusan itu,” jelas Nur Rofiah.
Nur Rofiah juga menyampaikan keuntungan bagi pendaftar yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari PKUMI/PTIQ. Pemilik LoA akan otomatis lolos seleksi Tes Bakat Skolastik LPDP, mempercepat proses pencairan beasiswa.
“LoA adalah sinyal kesiapan. Ini memperbesar peluang lolos LPDP,” tambahnya.
Program PKUMI-LPDP mencakup pendanaan penuh untuk studi S2 dan S3. Kurikulumnya komprehensif, meliputi tafsir, maqashid syariah, kritik hadis, dan kajian lintas agama. Mahasiswa S3 berkesempatan mengikuti short course enam bulan ke Amerika Serikat, Mesir, atau Maroko, sementara mahasiswa S2 selama tiga bulan ke negara yang sama.
Kepala Divisi Kerjasama dan Layanan Beasiswa LPDP, Dr. H. Agam Bayu Suryanto, MBA., yang turut hadir sebagai narasumber, menyatakan LPDP mendukung penuh program ini untuk mencetak ulama yang bisa menjembatani dialog lintas budaya dan agama.
Tak hanya itu, LPDP juga memberikan afirmasi khusus bagi pendaftar dari daerah prioritas seperti Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Besar, Simeulue, dan Kota Sabang.
“Ini bagian dari komitmen LPDP untuk pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas,” terang Dr. Agam.
Sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Mahasiswa UIN Ar-Raniry menunjukkan antusiasme tinggi, terutama seputar teknis pendaftaran dan strategi mendapatkan LoA.
Melalui program ini, diharapkan lahir kader-kader ulama Aceh yang siap berkontribusi secara intelektual dan spiritual, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Muh. Aras Prabowo














