Beranda » Biro Humas Pemprov Sulsel » Sulsel Urutan Kelima di Indonesia Penyaluran LPDB Terbesar
Sulsel Urutan Kelima di Indonesia Penyaluran LPDB Terbesar
Biro Humas Pemprov Sulsel

Sulsel Urutan Kelima di Indonesia Penyaluran LPDB Terbesar

MAKASSAR – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) yang selama empat tahun terakhir melakukan moratorium penyaluran dana bergulir di Provinsi Sulsel, akhirnya kembali menyalurkan dana bantuan untuk koperasi dan UMKM tersebut.

Direktur Utama LPDB, Braman Setyo mengatakan, untuk tahun 2019, sejauh ini dana yang sudah tersalurkan di seluruh Indonesia jumlahnya mencapai Rp9,5 triliun.

“Khusus untuk Sulsel, di tahun 2019 ini target kami itu Rp1,7 triliun. Sampai saat ini, yang sudah tersalurkan itu sebesar Rp1,022 triliun. Sampai akhir tahun ini, kami masih bisa menambah sekitar Rp100 miliar untuk Sulsel, itu masih oke,” kata Braman, yang ditemui disela Sosialisasi dan Bimtek Dana Bergulir LPDB KUMKM di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Kamis (10/10/2019).

Braman menjelaskan, cukup besarnya jumlah target penyaluran dana bergulir untuk Provinsi Sulsel ini karena selama ini Sulsel memang berada pada urutan kelima di seluruh Indonesia terkait kinerja penyaluran LPDB terbesar, meski tingkat kemacetannya juga besar.

Olehnya itu, untuk menghindari terulangnya kasus kredit macet pengembalian dana bergulir pada 2015 lalu yang sampai saat ini masih menyisakan sekitar Rp300 miliar lebih, pihaknya akan memperketat persyatan penyaluran dana bergulir.

“Sekarang kita sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Koperasi Nomor 6 Tahun 2019 tentang syarat yang harus dilakukan atau dipenuhi. Katakanlah ada 12 persyaratan, SOP dan persyaratan itu semuanya harus benar-benar terpenuhi. Jangan sampai ada yang tidak terpenuhi. Yang terpenting juga, koperasi ini harus taat azas. Kita juga akan lebih waspada,” ujarnya.

Perihal besaran nilai dana bergulir yang bisa didapatkan setiap koperasi yang mengajukan permohonan bantuan, Braman mengatakan, tiap koperasi yang memenuhi persyaratan bisa mendapatkan minimal Rp250 juta dan maksimal Rp10 miliar.

“Tapi itu juga masih bisa dinaikan jumlahnya, tergantung bisnis apa yang mereka lakukan, termasuk nilai aset koperasinya. Itu nanti tergantung kebijakan direksi. Kalau sistem pengembaliannya ada beberapa cara, nanti tergantung nego pada saat akad kredit,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel, Abdul Malik Faisal mengatakan, dana bergulir yang akan disalurkan LPDB kepada Koperasi dan UMKM di Sulsel ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh debitur untuk mengembangkan usahanya.

“Jika ini benar-benar terwujud (dimanfaatkan dengan baik), maka KUMKM bisa mengembalikan dana pinjaman tersebut juga dengan mudah tanpa hambatan,” kata Malik.