PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.FH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokPuluhan Pulau Pangkep Masih Gelap, Pemkab Kejar Listrik 24 Jam hingga 2029Dryer Jagung Tallasa City Dikeluhkan, Oli Bekas Diduga Jadi Bahan BakarValas bagi Pelaku Wisata dan Usaha Kawasan Timur Indonesia: Enam Hal yang Sering TerlewatSisi Lain To Manurung dalam Sejarah Raja-raja Bone: Figur Awal Konstruksi Legitimasi KerajaanPejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar DiamankanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.FH Unhas Bawa Problem Tambang Nikel Indonesia ke Forum PBB di BangkokPuluhan Pulau Pangkep Masih Gelap, Pemkab Kejar Listrik 24 Jam hingga 2029Dryer Jagung Tallasa City Dikeluhkan, Oli Bekas Diduga Jadi Bahan BakarValas bagi Pelaku Wisata dan Usaha Kawasan Timur Indonesia: Enam Hal yang Sering TerlewatSisi Lain To Manurung dalam Sejarah Raja-raja Bone: Figur Awal Konstruksi Legitimasi KerajaanPejabat ATR/BPN hingga Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Uang Ratusan Miliar Diamankan
Otomotif

Suzuki FR 70, Motor Klasik yang Kembali Diburu Kolektor

2296
×

Suzuki FR 70, Motor Klasik yang Kembali Diburu Kolektor

Sebarkan artikel ini
Suzuki FR 70, Motor Klasik yang Kembali Diburu Kolektor
Suzuki FR 70. Foto: Suzukicycles

MAKASSAR—Dunia otomotif klasik terus menunjukkan geliatnya. Salah satu motor legendaris yang kini menjadi buruan kolektor adalah Suzuki FR 70, motor bebek ikonik yang sempat menguasai jalanan Indonesia di era 1970-an.

Suzuki FR 70 sebenarnya berbasis pada M30 Suzy Mokick, motor yang dirilis Suzuki pada tahun 1960-an. Model ini diluncurkan bersamaan dengan Suzuki A100 dan baru resmi dipasarkan di Indonesia pada tahun 1974.

Suzuki FR sendiri hadir dalam tiga model, yakni FR 50, FR 70, dan FR 80. FR 50 dipasarkan khusus di Inggris, sementara FR 70 menjadi andalan di Indonesia. Kehadiran FR 80 kemudian menggantikan popularitas pendahulunya.

Dari sisi spesifikasi, FR 70 dibekali mesin 2-tak berkapasitas 69cc, dengan sistem transmisi semi-otomatis tiga percepatan. Mesin ini menggunakan teknologi pendingin udara serta Suzuki CCI System untuk pelumasan yang lebih optimal. Tenaga maksimalnya mencapai 6,1 hp pada 6.500 rpm, dengan torsi puncak 7,16 Nm, mampu membawa motor ini melaju hingga kecepatan 75 km/jam.

Secara dimensi, FR 70 memiliki ukuran 650mm x 1.050mm x 1.180mm. Desain bodinya ramping, lampu depan bulat, serta jok panjang menjadi ciri khas yang membuatnya ergonomis dan tetap nyaman dikendarai. Tidak heran jika motor ini sempat menjadi primadona di masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan.

Seiring berjalannya waktu, FR 70 kini menjadi barang koleksi yang bernilai tinggi. Di tengah gempuran motor modern, pesona klasik motor ini justru semakin bersinar. Para pecinta otomotif antik rela berburu unit-unit orisinal, bahkan harga Suzuki FR 70 dalam kondisi prima bisa mencapai belasan juta rupiah, tergantung kelengkapan dan keaslian komponen.

“Motor ini bukan sekadar alat transportasi, tapi saksi hidup perkembangan otomotif nasional,” ujar salah seorang pencinta motor klasik yang mengaku bernama Ariagung.

Menariknya, FR 70 juga kerap dijadikan basis modifikasi retro-modern, serupa dengan kompetitor seangkatannya seperti Honda C70. Baik untuk sekadar nostalgia maupun tampil beda di jalanan, Suzuki FR 70 tetap memiliki tempat spesial di hati para penggemar motor klasik.

Kebangkitan minat terhadap Suzuki FR 70 menunjukkan bahwa dalam dunia otomotif masa depan, warisan masa lalu tetap hidup dan terus menginspirasi. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com