MAKASSAR—Talkshow inspiratif dalam rangkaian kegiatan IGNITE 2025 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin berhasil menyedot antusiasme ratusan mahasiswa, Sabtu (5/7/2025). Digelar di Auditorium Prof. A. Amiruddin FK Unhas, talkshow ini menjadi magnet utama dengan menghadirkan tiga pelaku usaha muda yang telah membuktikan kiprah mereka di dunia bisnis.
Mengusung konsep interaktif dan membumi, sesi ini menghadirkan narasi nyata seputar perjalanan membangun usaha sejak muda. Tiga narasumber dari latar belakang berbeda berbagi pengalaman, kiat, hingga kegagalan yang pernah mereka alami, sekaligus menyuntikkan semangat baru bagi peserta.
Andi Febyan Jaya, pendiri Roti Bakar Yappay, membuka sesi dengan tema “Dari Konten ke Cuan: Membangun Bisnis Kreatif di Era Digital.” Ia mengisahkan bagaimana dirinya memulai usaha dari bawah dan menjadikan masa kuliah sebagai momen terbaik untuk belajar jualan.
“Kalau gagal pun nggak apa-apa, kita masih muda dan punya banyak waktu untuk coba lagi. Jangan malu mulai dari usaha kecil. Niat awal itu yang paling penting,” ujar Febyan, yang kini berhasil membawa Yappay menjadi salah satu brand kuliner populer di Makassar.

Dilanjutkan dengan Muhammad Fadel Syahnur, pendiri sekaligus Creative Director Livin Mille, yang menyampaikan pentingnya konsistensi dan kreativitas dalam membangun brand lokal. Dengan tema “Kreativitas Muda, Usaha Berdampak”, Fadel mengajak peserta untuk tidak menunda memulai usaha.
“Modal besar itu bukan lagi syarat utama. Yang dibutuhkan adalah niat, ide, dan keberanian untuk mulai. Jangan tunggu siap, kalian akan belajar dari proses,” katanya.
Sesi ditutup oleh Aliah Ainun M., peraih medali emas PKM-K Pimnas ke-37, dengan topik “Membaca Peluang, Mengelola Uang: Dasar Analisis Keuangan Usaha Pemula.” Ia membagikan kisah kegagalannya di dua kesempatan sebelum akhirnya sukses, sekaligus memberikan tips praktis dalam membaca peluang pasar.
“Kita nggak harus tunggu peluang datang. Ciptakan sendiri peluang itu. Lakukan riset kecil, lihat kebutuhan sekitar, dan tawarkan solusi,” pesan Aliah yang kini aktif mengembangkan bisnis pakan ayam berdampak sosial.
Ketiga narasumber sepakat bahwa dunia usaha bukan hanya soal keuntungan, tapi juga tentang menyampaikan nilai, membentuk karakter, dan menciptakan perubahan di masyarakat.
Talkshow IGNITE 2025 menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk membangun mental wirausaha sejak dini. Banyak peserta mengaku termotivasi karena kisah-kisah yang dibagikan sangat relevan dengan kondisi mereka.
Dengan semangat kolaborasi dan keberanian bertindak, IGNITE 2025 diyakini menjadi titik awal munculnya wirausahawan muda yang tidak hanya mandiri, tapi juga berdampak bagi lingkungan sekitar dan masa depan kewirausahaan di Indonesia. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Zulfarhan Fauzi


















