MAKASSAR – 150 penari Paddupa dari sejumlah Sekolah Dasar se-kecamatan Manggala, Kamis (30/8/2018) berhasil memukau dalam memeriahkan penutupan event Manggala Night Festival (MNF) 2018
Kegiatan ini yang digelar Pemerintah kecamatan Manggala ini telah terlaksana sejak 24 Agustus 2018 di lapangan Bitowa, Kompleks Perumnas Antang.
Selain tari padupa massal, kemeriahan juga menjadi lebih lengkap saat satu persatu persembahan dari 8 kelurahan di kecamatan Manggala, tampil di atas pentas menghibur ribuan penonton yang telah memenuhi lapangan sejak jam 8 malam.
Pelaksana tugas Camat Manggala, Andi Fadly, S.Stp, M.Si mengucapkan terima kasih terhadap seluruh kelurahan yang berperan aktif selama 7 hari gelaran MNF ini.
Fadly juga mengajak warga untuk memanfaatkan event tersebut, sebagai wujud penghargaan atas pengorbanan para pahlawan yang telah menghantar bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
“Marilah kita jadikan event seperti ini sebagai wujud penghargaan kita kepada para pahlawan yang telah rela berkorban, jiwa, raga bahkan nyawa hingga diraihnya kemerdekaan sebagaimana kita rasakan hari ini”
“Selanjutnya tugas kita sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan karya-karya positif dan inovatif guna kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” tegas Fadly.
Selain hiburan pesta rakyat, kegiatan yang dihadiri oleh Tripika kecamatan Manggala, seluruh lurah, ketua LPM kelurahan dan ketua RT/RW se-Manggala ini. Juga dilaksanakan penyerahan hadiah perlombaan yang digelar selama 7 hari pelaksanaan MNF tersebut.

Ela Rahayu Yunisworo, salah seorang pelaku UKM asal kelurahan Biring Romang dinobatkan sebagai peraih juara I lomba stand terbaik.
Ia mengaku sangat mengapresiasi gelaran MNF yang diinisiasi Plt. Camat Manggala ini. Ela berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang akan dilanjutkan di event-event serupa di kemudian hari.
“Selaku bagian yang terlibat langsung sebagai peserta MNF. Tentu saja saya sangat berterima kasih kepada Camat Manggala yang telah menginisiasi kegiatan seperti ini”
“Semoga acara-acara seperti ini dapat dilaksanakan kembali di masa yang akan datang. Yang tentu saja dengan memperbaiki kekurangan yang ada,” ungkap Ela kepada Mediasulsel.com.
Senada juga disampaikan ketua LPM kelurahan Bangkala, H. Haris Masse, yang turut mengapresiasi pelaksanaan MNF 2018 ini, meski menurutnya di sana-sini masih terdapat kekurangan.
Namun unsur silaturahmi secara tidak langsung turut dihadirkan dalam acara tersebut, menjadi poin yang luar biasa dan sulit didapatkan melalui kegiatan lain.
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, sebagai kegiatan awal tentu saja terdapat banyak kekurangan, namun poin penting yang perlu dicatat”
“Melalui kegiatan ini secara tidak langsung pemerintah telah menyiapkan sarana bagi warga untuk saling bersilaturahmi secara lintas kelurahan. Sementara hal semacam itu susah didapat melalui kegiatan lain,” pungkas Haris. (464Ys)














