SELAYAR – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2026.
Sebanyak 28 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Tanai Tanadoang akan melaksanakan pengabdian selama 50 hari di Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Program ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Kecamatan Benteng dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN-PPM UGM. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan kawasan pesisir.
Tim Tanai Tanadoang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu yang berasal dari empat klaster keilmuan, yakni sains dan teknologi, sosial-humaniora, kesehatan, serta agro. Selama pelaksanaan KKN, mereka akan ditempatkan di Kelurahan Benteng, Kelurahan Benteng Selatan, dan Kelurahan Benteng Utara.
Koordinator Mahasiswa Unit Tanai Tanadoang 2026, Syafina Azzahra Ridwan, mengatakan program yang disusun telah melalui proses identifikasi kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah sejak tahap persiapan.
“Kami melihat Kecamatan Benteng memiliki potensi besar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar. Karena itu, program yang kami rancang berupaya menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Unit Tanai Tanadoang mengusung tema “Optimalisasi Potensi Daerah Menuju Coastal Resilience Area melalui Integrasi Circular Economy, Digitalisasi Sektor Publik, Penguatan Kesehatan Lingkungan, serta Sustainable Community-Based Tourism.”
Tema tersebut berangkat dari kebutuhan penguatan ketahanan kawasan pesisir (coastal resilience) yang menjadi isu strategis bagi wilayah kepulauan seperti Selayar. Sebagai daerah yang sangat bergantung pada sumber daya pesisir dan laut, Selayar menghadapi berbagai tantangan mulai dari aspek lingkungan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi lokal.
Melalui pendekatan coastal resilience, program KKN tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat agar mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sejumlah program yang akan dijalankan meliputi penguatan kesehatan lingkungan, pengembangan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal, digitalisasi sektor publik, hingga penguatan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism).
Menjelang keberangkatan, Tim Tanai Tanadoang telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar pada 17 Juni 2026 sebagai bagian dari koordinasi dan pelaporan kesiapan program.
Dalam pertemuan tersebut, Staf Ahli Bupati Kepulauan Selayar, Hizbullah, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Selayar sebagai lokasi pengabdian mahasiswa UGM.
“Kami sangat antusias menyambut kedatangan adik-adik KKN UGM dan berterima kasih karena telah memilih Selayar sebagai lokasi pengabdian. Harapannya program kerja yang dilaksanakan dapat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat,” katanya.
Audiensi juga dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wiwien Widyawati R., yang menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi sarana penting untuk mengembangkan kepemimpinan, kemandirian, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan yang kompleks.
Tim Tanai Tanadoang dijadwalkan berangkat menuju Kepulauan Selayar pada 20 Juni 2026 dan tiba pada 22 Juni 2026. Selama hampir dua bulan, para mahasiswa akan hidup dan beraktivitas bersama masyarakat sebagai bagian dari proses pemberdayaan dan pembelajaran bersama.
Melalui KKN-PPM 2026, UGM kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Kehadiran Unit Tanai Tanadoang diharapkan menjadi katalisator kolaborasi yang mampu memperkuat pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar serta Sulawesi Selatan secara umum. (MP/Ag4ys)
Citizen Reporter : Indra (Mahasiswa UGM)













