SELAYAR – Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar terus berlangsung. Kapal yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng itu dilaporkan tenggelam setelah mengalami gangguan mesin sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Basarnas, jumlah orang di atas kapal (POB) mencapai 70 orang, terdiri atas 63 penumpang yang tercatat dalam manifes dan tujuh orang di luar daftar resmi.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, M Arif Anwar, mengatakan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 23 korban yang hingga kini belum ditemukan.
“Setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan,” ujar Arif, Kamis (16/7/2026).
KM Nurul Salsa diketahui sempat bersandar di Pelabuhan Pulau Jampea sebelum melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Benteng. Namun di tengah perjalanan kapal mengalami mati mesin dan akhirnya tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polasi.
Menerima laporan kejadian tersebut, Basarnas Makassar langsung mengerahkan tim dari Pos SAR Selayar menuju lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan bersama TNI AL, Polri, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta nelayan setempat.
Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi KLM Harapan Kita, termasuk awak kapal. Enam orang lainnya ditemukan selamat oleh kapal nelayan dan dibawa ke Pulau Polasi.
“Lokasi kejadian cukup jauh, sekitar 40 nautical mile dari Pelabuhan Benteng, sehingga kami langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk TNI AL, untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi,” kata Arif.
Dari total korban yang telah ditemukan, sebanyak 46 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 23 orang lainnya masih dalam pencarian.
Selain mengangkut penumpang, KM Nurul Salsa juga membawa muatan barang dan ternak. Berdasarkan manifes, kapal mengangkut sekitar 10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang atau total 17 ton muatan. Kapal juga membawa empat ekor sapi dan enam unit sepeda motor.
Basarnas memastikan seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan. Pendataan korban juga masih terus dilakukan karena jumlah penumpang yang berada di kapal saat kejadian masih dalam proses verifikasi.
“Data korban ini masih belum final karena kami masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. Mudah-mudahan tidak ada lagi laporan tambahan terkait penumpang yang berada di KM Nurul Salsa,” tutup Arif. (Ag4ys)










