SOPPENG— Jika ingin menikmati sensasi berendam di air panas alami dengan latar hutan tropis yang masih asri, Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menjadi destinasi yang layak dikunjungi. Objek wisata yang telah lama menjadi ikon pariwisata Soppeng ini menawarkan perpaduan antara panorama alam, udara sejuk pegunungan, dan sumber air panas alami yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan.
Terletak di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, TWA Lejja berada sekitar 44 kilometer dari Kota Watansoppeng atau sekitar satu jam perjalanan darat. Dari Kota Makassar, wisatawan membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam dengan jarak tempuh kurang lebih 200 kilometer melalui jalur Maros–Camba–Soppeng atau rute Maros–Pangkep–Barru–Soppeng. Seluruh akses menuju lokasi sudah beraspal sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, meski pengendara tetap harus berhati-hati saat melintasi jalur berkelok di kawasan Camba.
Sesampainya di kawasan Lejja, pengunjung akan disambut suasana hutan yang rindang dengan udara yang jauh lebih sejuk dibanding wilayah perkotaan. Gemericik air dan pepohonan besar di sekitar kawasan konservasi menambah kesan alami sekaligus menenangkan.
Daya tarik utama Lejja tentu saja adalah sumber air panas alaminya. Air panas ini berasal dari aktivitas panas bumi gunung api purba yang telah lama tidak aktif. Suhu air dapat mencapai sekitar 60 derajat Celsius di sumbernya, kemudian dialirkan ke beberapa kolam sehingga nyaman digunakan untuk berendam. Sejak puluhan tahun lalu, masyarakat meyakini kandungan belerang di air Lejja bermanfaat membantu meredakan gatal-gatal, pegal, hingga rematik, meski manfaat tersebut tetap bergantung pada kondisi masing-masing individu.

Kini kawasan Lejja tidak hanya menawarkan kolam air panas alami. Berbagai fasilitas telah dibangun untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Tersedia kolam pemandian umum dan kolam privat, area bermain anak, mini waterpark, kamar bilas, toilet, musala, gazebo atau pondok istirahat, area parkir yang luas, pusat kuliner, hingga sejumlah cottage dan villa bagi wisatawan yang ingin menginap dan menikmati suasana pegunungan lebih lama. Revitalisasi kawasan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir juga menghadirkan fasilitas yang lebih ramah keluarga dan anak-anak.
Bagi pencinta aktivitas luar ruangan, Lejja juga menyediakan area berkemah, spot swafoto, serta jalur untuk menikmati panorama hutan konservasi. Kawasan ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan bersama keluarga maupun komunitas.
Selain keindahan alamnya, Lejja juga memiliki nilai budaya yang masih dijaga masyarakat setempat. Kawasan ini sejak dahulu dikenal melalui tradisi Pattaungeng, sebuah ritual adat sebagai ungkapan rasa syukur yang menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakat sekitar mata air panas Lejja. Tradisi tersebut kini menjadi salah satu kekayaan budaya yang melengkapi daya tarik wisata kawasan ini.
Dengan perpaduan panorama alam, udara pegunungan yang segar, fasilitas yang semakin lengkap, serta akses yang mudah dijangkau, Lejja tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Sulawesi Selatan. Tak heran jika setiap musim liburan maupun akhir pekan, kawasan ini selalu dipadati wisatawan dari berbagai daerah yang ingin menikmati hangatnya air panas alami di tengah hijaunya hutan Soppeng. (Ag4ys)














