SIDRAP—Di balik bentang perbukitan dan hijaunya kawasan timur Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, tersimpan sebuah destinasi alam yang mulai mencuri perhatian wisatawan. Namanya Air Terjun Pattumba, wisata alam yang berada di Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, dengan suasana yang masih relatif alami dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Dari pusat Kota Pangkajene, ibu kota Sidrap, jaraknya sekitar 59 kilometer. Sementara dari pusat pemerintahan Desa Compong, lokasi air terjun dapat ditempuh sekitar empat kilometer dan berada tidak jauh dari kawasan Barukku, pusat Kecamatan Pitu Riase.
Yang membuat Pattumba menarik bukan hanya keberadaan air terjunnya, tetapi lanskap alam yang mengelilinginya. Hamparan pepohonan hijau, udara pegunungan yang sejuk, serta suara aliran air menciptakan suasana yang tenang dan menyegarkan.
Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut aliran sungai yang jernih mengalir di sela-sela bebatuan alami. Daya tarik utama kawasan ini berada pada bentuk air terjunnya yang bertingkat. Sedikitnya terdapat tiga spot air terjun yang membentuk aliran berundak, menghadirkan pemandangan yang menjadi favorit pengunjung untuk berfoto maupun menikmati segarnya air pegunungan.
Setiap tingkatan menghadirkan karakter yang berbeda. Ada area yang cocok untuk sekadar duduk menikmati gemericik air, ada pula kolam alami yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air bersama keluarga.
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, pengelola telah menyiapkan sejumlah fasilitas dasar. Tangga akses tersedia untuk memudahkan mobilitas pengunjung menuju setiap tingkatan air terjun. Di beberapa titik juga terdapat gazebo yang menghadap langsung ke aliran sungai, menjadi tempat favorit untuk beristirahat sambil menikmati suasana alam.
Selain itu, kawasan wisata ini juga dilengkapi fasilitas umum seperti toilet dan musala. Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia pula fasilitas penginapan berupa villa di sekitar area wisata.
Air Terjun Pattumba juga menawarkan lebih dari sekadar menikmati panorama. Wisatawan dapat melakukan trekking ringan di sekitar kawasan, piknik keluarga, berburu foto alam, hingga menikmati suasana “healing” di tengah ketenangan pegunungan.
Pada musim tertentu, pengalaman berkunjung menjadi semakin khas. Pengunjung dapat menikmati buah durian lokal sambil bersantai di tepi sungai dengan latar suara air terjun yang mengalir.
Kemudahan akses yang kini semakin baik turut menjadi faktor yang mendorong meningkatnya kunjungan. Infrastruktur jalan menuju kawasan wisata yang sebelumnya menjadi kendala telah mengalami pembangunan sehingga lebih nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Untuk informasi kunjungan, kawasan wisata ini umumnya beroperasi pada hari biasa sekitar pukul 08.00–16.00 WITA dan akhir pekan sekitar pukul 08.30–17.00 WITA. Area parkir juga tersedia bagi pengunjung.
Di tengah mulai dikenalnya Air Terjun Pattumba sebagai tujuan wisata baru di Sidrap, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap menjadi perhatian utama. Pengembangan wisata diharapkan berjalan seiring dengan pelestarian alam agar potensi ini tidak hanya menjadi destinasi favorit, tetapi juga mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan pendapatan desa. (Ag4ys/4dv)














