MAROS—Di balik hamparan perbukitan hijau Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, tersimpan sebuah destinasi wisata alam yang mulai mencuri perhatian wisatawan lokal, yakni Wisata Alam Bukit Bahagia. Berada di Desa Benteng Gajah, tempat ini menawarkan suasana tenang dengan panorama alam khas pegunungan yang memanjakan mata.
Bukit Bahagia menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Dari area wisata ini, pengunjung dapat menikmati bentangan perkampungan warga, hamparan pepohonan hijau, hingga lanskap perbukitan yang terlihat eksotis terutama saat pagi dan sore hari. Tempat ini juga dilengkapi spot santai, ayunan, gazebo, hingga area swafoto dengan latar alam terbuka.
Keunggulan utama Bukit Bahagia terletak pada suasana alamnya yang masih asri dan relatif belum terlalu padat wisatawan. Konsep wisata yang sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan pengalaman healing alami dengan udara sejuk pegunungan. Selain cocok untuk keluarga, lokasi ini juga kerap dijadikan tempat nongkrong santai, camping ringan, hingga berburu foto estetik.
Kesan yang paling terasa saat berada di Bukit Bahagia adalah nuansa damai dan tenang. Pengunjung seperti diajak menikmati kehidupan pedesaan yang jauh dari kebisingan kota. Pada malam hari, suasana terasa lebih romantis dengan lampu-lampu gantung sederhana yang menghiasi area santai.
Untuk menuju lokasi dari Makassar, perjalanan dapat ditempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Rute yang umum dilalui yakni Makassar – Moncongloe – Tompobulu – Desa Benteng Gajah. Setelah tiba di desa, pengunjung hanya perlu mengikuti petunjuk menuju kawasan wisata Bukit Bahagia yang berada di kaki Bulu Saukang. Kondisi jalan menuju lokasi cukup baik, meski beberapa titik menanjak dan berkelok khas daerah pegunungan.
Desa Benteng Gajah sendiri telah ditetapkan sebagai desa wisata rintisan sejak 2021 dan dikenal memiliki potensi wisata alam yang tinggi. Bahkan kawasan ini masuk dalam kajian pengembangan wisata berbasis alam berkelanjutan karena memiliki perpaduan perbukitan, sungai, serta wisata petualangan seperti Bulu Saukang.
Tak hanya sektor wisata, Desa Benteng Gajah juga menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup. Pada 2024, desa ini meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kategori utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Prestasi tersebut memperkuat citra Benteng Gajah sebagai desa yang aktif mengembangkan kawasan berbasis lingkungan dan pariwisata alam.
Untuk tiket masuk, Bukit Bahagia dikenal cukup ramah di kantong. Berdasarkan pengalaman pengunjung dan informasi warga sekitar, wisatawan umumnya hanya dikenakan biaya parkir dan retribusi ringan, bahkan pada waktu tertentu pengunjung bisa masuk secara gratis.
Meski menawarkan panorama indah, Bukit Bahagia masih memiliki beberapa kekurangan. Fasilitas umum seperti toilet, area parkir luas, dan penataan kawasan wisata masih perlu ditingkatkan. Selain itu, promosi wisata yang belum maksimal membuat destinasi ini belum banyak dikenal wisatawan luar daerah. Pada musim hujan, akses jalan menuju lokasi juga bisa menjadi lebih licin. (Ag4ys)














