Makassar – Universitas Patria Artah (UPA), Universitas Islam Makassar (UIM) dan Special Olympic Indonesia (SOlna) atau lembaga yang mewadahi olahragawan disabilitas melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Neurosains Terapan di Lantai 4 Kampus UPA, Selasa (15/12/2020).

Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Sulsel Majda M Zain yang juga Rektor UIM mengatakan tingginya angka penyandang disabilitas intelektual di Indonesia maka diperlukan satu wadah untuk mendukung upaya-upaya yang dilakukan memandirikan penyandang disabilitas intelektual sebagai anak bertalenta khusus.

Menurutnya, penerapan Neurosains sangat menarik dipakai sebagai metode ajar di perguruan tinggi. Mengingat, kampus UIM juga punya jurusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) dinilai pas untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa.

“Kolaborasi kerjasama ini antara Universitase Islam Makassar, Universitas Patria Artha dan Special Olympics Indonesia (SOina) kita bisa membantu anak bangsa penyandang disabilitas intelektual bertalenta khusus,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor UPA Bastian Lubis mengatakan pihaknya telah melakukan kerjasama lebih 100 institusi. Hanya saja lebih banyak di luar daerah. Sulsel sendiri diakuinya masih sangat kurang yang menerapkan neurosains.

“Yang anak-anak kita sudah meriset kurang lebih hampir 12 ribu anak, 6 ribu orang dewasa. Jadi neurosains terapan ini merupakan suatu terobosan baru melihat kematangan berpikir seseorang. Ada yang namanya nanti hipnoterapi, terapi gelombang otak jadi kita rileks beban tidak ada,” ujarnya.

“Di Sulsel belum, karena penyebaran kita belum massif ya jadi kita lagi mencari kader-kader yang bisa kader untuk instruktur jadi konsultan. Siapapun boleh. Sehingga kematangan otak masyarakat Indonesia 25 tahun nanti dari sekarang itu berubah. Jadi bisa ada kesempatan mengisi generasi ini,” pungkasnya.

Ketua umum Special Olimpics Indonesia Pusat Warsito Ellwein memberi apresiasi kerja keras , kerja ikhlas yang di tunjukan pengurus SOina Sulawesi selatan.

“Semua pihak harus peduli generasi bangsa penyandang disabilitas bertalenta khusus penyandang disabilitas intelektual termasuk kerjasama dua perguruan tinggi makassar yakni universitas Islam makassar dan universitas Patria Artha ,semoga bisa menjadi resonansi positif di seluruh indonesia pungkasnya. [*]