Warga Kassi Kassi Tolak Penutupan Jalan

MAKASSAR – Warga Kelurahan Kasi-kasi, kecamatan Rapocini, kota Makassar menolak keberadaan portal yang menutup akses jalan di Komplek Permata Hijau Permai, Blok J dan I, yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Ketua RT 05, RW. 11, Darman Banredu kepada mediasulsel.com, melalui sambungan telepon, Rabu (16/5/2018).

“Tindakan penutupan jalan ini selain melanggar hukum juga mencederai rasa keadilan masyarakat, sebab jalan sebagai fasilitas umum namun digunakan hanya kepentingan sekelompok warga yang berdomisili di jalan tersebut,” ungkap Darman.

Lebih lanjut Darman menjelaskan, bahwa desakan warga belakangan ini semakin menguat setelah seratusan warga dan lima Ketua RT dari RW 11 yang menentang penutupan jalan tersebut, dimediasi personil Dinas Perhubungan Kota Makassar yang langsung berkunjung ke jalan tersebut.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said bersama sejumlah bawahannya termasuk Kepala Bagian Penindakan, Andi Tufail Lantara, berdialog dengan para Ketua RT di RW 11 Kelurahan Kassi Kassi, Kecamatan Rappocini Kota Makassr.

Sementara pada kesempatan kunjungan mediasi tersebut, lanjut Darman, melalui kabag Penindakan, Andi Tufail Lantara, Dishub Makassar berjanji kepada warga yang disaksikan oleh Ketua LPM, HM. Munir M. Mangkana, yang juga anggota DPRD kota Makassar, Ketua RT 5 dan 4, RW 11, kelurahan Kasi-kasi, bahwa pihaknya memberikan interval waktu selama dua hari untuk membuka penutup jalan tersebut, bahkan waktu itu Andi Taufil mengatakan jika tidak dibuka juga, maka dia yang akan membuka sendiri.

Ironisnya hingga hampir satu bulan berlalu, namun pembukaan jalan tersebut hingga kini tidak terealisasi, demikian juga halnya, janji dari pihak Dishub yang akan membuka sendiri jika tidak dibuka, ternyata hingga saat ini juga tidak diwujudkan.

Sementara itu terkait lambatnya realisasi janji pembukaan jalan tresebut, Andi Tufail Lantara, mengaku, bahwa dirinya akan membuka paksa palang penutup jalan tersebut, jika telah mendapat instruksi dari pimpinannya.

“Memang saya berjanji hanya dua hari, tapi saya akan laksanakan berdasarkan perintah kepala dinas saya,” tegasnya ketika ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

Sementara Ketua RT 04, RW. 11, Kurnia, berdalih, bahwa penutupan jalan itu dilakukan karena jalan di depan rumahnya selalu macet dan banyak warganya menjadi korban pencurian.

Menanggapi alasan Kurnia tersebut, Ketua RT 03, RW. 11, Firman Mandala menegaskan, bahwa kalau kemacetan dan banyaknya pencurian menjadi alasan penutupan jalan, maka semua orang bisa menutup jalan di depan rumahnya. (d42/464ys)

0 Comments

Komentar Anda

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register