MAKASSAR—Respons cepat dan kehadiran aktif jajaran Polsek Mariso dalam menangani gangguan keamanan, khususnya perkelahian kelompok, mendapat apresiasi dari warga.
Dalam kegiatan “Jumat Curhat” yang digelar Polda Sulsel di Warkop 86, Kecamatan Mariso, Jumat (25/4/2025), warga menyampaikan langsung pujian atas kinerja kepolisian yang dinilai semakin responsif dan efektif menjaga ketertiban.
Salah satu warga, Isman Dg. Cece, menyebut wilayah Mariso yang sebelumnya dikenal rawan bentrok antarkelompok kini jauh lebih aman. Ia bahkan mengaku pernah melapor dan dalam waktu lima menit anggota polisi sudah tiba di lokasi kejadian. “Hebat sekali pak, terima kasih Pak Kapolsek dan jajaran,” ungkapnya di hadapan peserta forum.
Jumat Curhat kali ini dipimpin oleh Wadirbinmas Polda Sulsel AKBP Andi Kumara, yang hadir mewakili Kapolda Sulsel. Turut mendampingi Kasat Binmas Polrestabes Makassar AKBP H. Risman Sani, Kapolsek Mariso AKP Aris Sumarsono, serta sejumlah pejabat Pemkot Makassar termasuk Sekcam Mariso, para lurah, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, AKBP Andi Kumara mengapresiasi kehadiran masyarakat dan menyebut kegiatan ini sebagai wadah penting untuk membangun komunikasi dua arah antara warga dan Polri.
“Mari kita jadikan Jumat Curhat ini sebagai ajang silaturahmi dan ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan uneg-unegnya,” ujarnya.
Selain apresiasi, forum ini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan dan saran. Ketua RW setempat, Sirajuddin, menyoroti maraknya rumah kos yang tidak melaporkan data penghuni kepada RT dan RW, serta adanya aktivitas tamu hingga larut malam yang dinilai meresahkan.
Menanggapi hal itu, Wadirbinmas menegaskan pentingnya sinergi antara warga, pemerintah setempat, dan kepolisian. Ia berjanji Polsek Mariso akan meningkatkan pengawasan serta mendorong koordinasi dengan pemilik kos melalui Bhabinkamtibmas dan patroli wilayah.
Program Jumat Curhat sendiri merupakan inisiatif Kapolri untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, dengan menghadirkan ruang dialog langsung antara masyarakat dan aparat.
Di Mariso, program ini tidak hanya disambut hangat, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa kehadiran polisi bisa makin dekat dan berdampak langsung di tengah masyarakat. (*)













