PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-203110 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab JenepontoPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Dari Keripik Tempe hingga Sapu Rayung, 7 UMK Indonesia Serbu Pasar ChinaYusril Irhaz Doakan Bro Rivai di Usia 59, Sukses Pimpin PTPN IKPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar, Aliran Dana Diduga Mengarah ke Lingkaran NusronPameran Pusaka Gau Maraja Bone 2026 Hadirkan Koleksi Prabowo dan Fadli ZonJufri Rahman Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang dan Parepare Periode 2026-203110 Nama Berebut Kursi 5 Jabatan Strategis Pemkab Jeneponto
Sulsel

Waspada Penyakit ‘Ain Jadi Tema Kajian PKK Sulsel

762
×

Waspada Penyakit ‘Ain Jadi Tema Kajian PKK Sulsel

Sebarkan artikel ini
Waspada Penyakit 'Ain Jadi Tema Kajian PKK Sulsel
Kajian Andalan Mengaji yang digelar Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, di Gedung Balai Kartini, Jl. Masjid Raya, Makassar, Sabtu, 16 Oktober 2021.

MAKASSAR—Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri kajian Andalan Mengaji yang digelar Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, di Gedung Balai Kartini, Jl. Masjid Raya, Makassar, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Kajian yang digelar secara hybrid tersebut menghadirkan Ustadz Firanda Andirja, Lc, M.A, dengan mengangkat tema kajian “Waspada Penyakit ‘Ain”.

Andi Sudirman menuturkan penyakit ‘ain benar adanya, sehingga sepatutnya diketahui seperti apa penyakit ‘ain dan bagaimana mengobati penyakit tersebut.

“Banyak saya dapatkan orang seperti itu karena kagum melihat sesuatu hal, terlalu memuji, jadi hati-hati penyakit ain. Dalam Islam kita patut pelajari bagaimana sahabat dahulu mempelajari seperti ini,” katanya.

Terlebih lagi, lanjut Andi Sudirman, penyakit ‘ain bisa menyebabkan kematian. “Sehingga, kajian ini penting kita pelajari,” tegasnya.

Ustadz Firanda dalam kajiannya menyampaikan penyakit al ‘ain adalah penyakit yang berbahaya. Namun berbagai persepsi muncul atas penyakit tersebut. Ada pula orang yang menolak karena tidak percaya, ada pula yang fanatik sehingga mengaitkan berbagai masalah dengan penyakit ‘ain.

“Ada yang menolak tidak percaya dengan penyakit ‘ain, mungkin karena menurutnya tidak logis hanya dengan melihat orang bisa sakit,” ucapnya

“Benar bahwasanya penyakit al ‘ain adalah penyakit yang berbahaya, sampai dalam hadis disebutkan mayoritas umatku yang meninggal diakibatkan penyakit ‘ain,” tegasnya.

Penyakit ‘ain, menurutnya Ustadz Firanda, tidak mesti disebabkan akibat pandangan buruk seseorang kepada orang lain, tetapi juga bisa disebabkan pandangan kagum terhadap orang lain.

Pencegahannya, katanya, bisa dilakukan dengan membentengi diri dengan membaca zikir pagi dan petang, membaca doa, serta tidak terlalu memuji dan tidak memandang buruk sesuatu yang dipandangnya.

“Ketika kita melihat sesuatu yang mempesona, hati-hati itu ciri kita sedang mengain. Pandangan yang tidak biasa itu ‘ain. Tapi jangan lupa mendoakan atas pandangan kita tersebut,” ungkapnya.

Bagaimana menghadapi hal ini?, Ustadz Firanda menyebutkan selain membentengi diri dengan membaca zikir pagi dan petang, sikap pamer dan mencari perhatian secara berlebihan juga perlu dihindari, tidak menceritakan kenikmatan yang dimiliki kepada orang lain. “Setiap melihat kenikmatan jangan lupa memuji nama Allah Subhana Wa Ta’ala, Masha Allahu Quwata Illabillah,” terangnya.

Untuk pengobatannya, Ustadz Firanda mengatakan, selain melalui ruqyah, pengobatan terhadap ‘ain dilakukan dengan meminta orang yang memuji untuk berwudhu atau mandi dan menyiramkan sekali ke tubuh. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com