MAKASSAR—Ratusan pengemudi ojek online tampak bersemangat mendatangi kantor PLN UID Sulselrabar, Kamis–Jumat (18–19/9/2025). Bukan untuk mengantar penumpang, melainkan memanfaatkan program Ojol Care, layanan servis motor gratis yang digelar Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam rangka Milad ke-19.
Bagi Ika Astriani (45), pengemudi ojol asal Makassar, program ini terasa seperti angin segar. Lima tahun terakhir, ia bersama sang suami sama-sama menggantungkan hidup dari sepeda motor yang setiap hari melaju di jalanan kota. Motor adalah aset utama keluarga, namun biaya perawatan kerap jadi beban.
“Biasanya servis motor bisa sampai ratusan ribu rupiah. Kadang terpaksa ditunda karena harus mendahulukan kebutuhan anak-anak. Alhamdulillah, hari ini motor saya bisa diservis gratis,” ujarnya dengan senyum lega.

Program Ojol Care tahun ini memberikan kuota bagi 100 pengemudi ojol muslim untuk melakukan servis gratis. Melalui kegiatan ini, YBM PLN berharap dapat meringankan beban para pengemudi yang selama ini menjadi garda depan mobilitas masyarakat.
Tak hanya servis motor, perayaan Milad ke-19 YBM PLN juga diramaikan Expo UMKM binaan dari berbagai daerah, mulai dari Gowa, Bulukumba, Bone, hingga Mamuju dan Polewali Mandar. Aneka produk lokal seperti makanan, minuman, dan kerajinan tangan dipamerkan, hasil dari pendampingan YBM PLN dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga menghadirkan Sharing Session bersama Diklawati Prasiska, atau Mamak Luna, sosok di balik usaha Roti Taeng. Ia berbagi kisah perjuangan, strategi bisnis, dan motivasi agar para pelaku UMKM semakin percaya diri mengembangkan usaha mereka.
General Manager PLN UID Sulselrabar sekaligus Pembina YBM PLN, Edyansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN melalui YBM.
“Perjuangan para pengemudi ojol adalah cerminan ketangguhan. Semoga kegiatan kecil ini bisa meringankan beban mereka. Kami percaya berbagi kebaikan akan menghadirkan keberkahan bagi semua,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberlangsungan program YBM PLN tak lepas dari dana zakat pegawai muslim PLN yang dipotong 2,5 persen setiap bulan.
“Inilah komitmen kami, bukan sekadar menunaikan kewajiban syariat, tapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Edyansyah. (70n/Ag4ys/4dv)














