Beranda » Pangkep » 169 Lakalantas 2018 di Pangkep Terjadi Karena Minimnya Lampu Jalan
Pangkep

169 Lakalantas 2018 di Pangkep Terjadi Karena Minimnya Lampu Jalan

PANGKEP – Buruknya sarana infrastruktur jalan serta minimnya lampu penerangan jalan dituding salah satu penyebab Lakalantas di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Pangkep selama tahun 2018 terdata 169 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 43 orang.

”Penyebabnya sebagian jalan rusak di Pangkep dan minim penerangan jalan dimalam hari,” kata Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga, Kamis (4/1/2019).

Menurut Kapolres, sebaiknya kasus duka seperti ini diharap tidak terjadi, namun beberapa faktor, yakni pengemudi dalam pengaruh alkohol, auto kontrol, kendaraan yang parkir dibadan jalan, dan termasuk kurangnya penerangan atau lampu jalan.

“Ini sangat disayangkan, faktor kurangnya lampu jalan. Bahkan itu dijalan poros trans sulawesi. Kita sudah burapaya berkoordinasi dengan stakeholder, dan pihak terkait. Dan terus kita akan, berkoordinasi agar penerangan lampu jalan terpasang dititik titik rawan kecelakaan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kanit Laka Satlantas Polres Pangkep, Ipda Djoni D menyebutkan, wilayah rawan lakalantas malam hari yaitu, Ma’rang, Mandalle, Labakkang dan Soreang. Wilayah tersebut sangat gelap karena minimnya fasilitas lampu jalan.

“Kami pastikan penyebab utama lakalantas pada malam hari itu karena jalan gelap. Tidak ada lampu jalan. Penyebab kedua baru faktor manusia,” terang Djoni, Kamis (20/12/2018) lalu.

Djoni menuturkan, pihak Polres Pangkep sering mengingatkan Pemerintah Kabupaten Pangkep terkait minimnya fasilitas lampu jalan disepanjang poros.

Berkali-kali surat penyampaian diserahkan, namun tak ada tanda-tanda dari instansi terkait untuk memperbaiki fasilitas penerangan jalan. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban positif atas permintaan itu.

“Kami telah melaporkan banyaknya titik yang harus dipasangi lampu terutama di jalur Mandalle dan Soreang,” ujarnya.

Sementara dari keterangan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep Koordinator Unismuh Makassar, Mulaidi mengatakan, Lampu penerangan jalan umum (PJU) dijalan poros trans sulawesi, khususnya di jalan poros Pangkep banyak yang tidak terlihat tidak berfungsi dengan baik.

Kondisi itu terjadi sejak lama sehingga meresahkan dan mengkhawatirkan warga setempat karena daerah mereka menjadi rawan kecelakaan lalulintas.

“Penerangan jalan umum merupakan fasilitas publik yang merupakan hak masyarakat pada umumnya terkait penerangan dalam berlalu lintas atau sebagai sarana yang untuk mengurangi kecelakaan berlalu lintas dan tindak kriminalitas yang biasa terjadi dijalanan khususnya dimalam hari,” kata Muliadi, yang juga selaku pengguna jalan, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, berdasarkan UU No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan restribusi daerah, setiap transaksi pembelian atau pembayaran listrik dikenakan pajak penerangan jalan (PPJ).

“Jadi ketika dari beberapa titik PJU tidak berfungsi maka pemkab pangkep beserta masyarakatnya mengalami kerugian terhadap restribusi yang dibayarkan pihak Pemkab pangkep ke pihak PLN setiap bulannya dengan jumlah yang begitu besar,” jelasnya.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat, Yusuf Genda mengaku, faktor utama (lakalantas) akibat tidak menyalanya lampu penerangan jalan tersebut. Sebab kabel PLJ beserta balon sering rusak.

“Sebelumnya lampu penerangan jalan umum itu, selalu hilang dan dicuri orang. Pencurinya juga tidak diketahui siapa, sehingga penerangan jalan tersebut tidak nyala,” tutur Kadis. (*)

Citizen Report: Saharuddin
Pangkep, Sulawesi Selatan