PANGKEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mulai menggeber penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi lintas lembaga. Tiga nota kesepakatan (MoU) sekaligus diteken bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, serta Yayasan Nurul Ulama, Senin (3/8/2026).
Kerja sama tersebut tidak sekadar seremonial. Pemkab Pangkep menargetkan lahirnya tenaga kerja yang lebih kompeten, penguatan pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan vokasi, pengembangan kewirausahaan, dan pendidikan keagamaan.
Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, mengungkapkan kerja sama itu merupakan hasil pembahasan yang berlangsung sekitar delapan bulan. Sebagai tindak lanjut, BPVP akan menggulirkan sekitar 20 paket pelatihan vokasi di Pangkep, termasuk program tailor-made training yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Menurutnya, seluruh peserta pelatihan nantinya akan mengikuti uji kompetensi dan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Sementara itu, Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, mengatakan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari MoU sebelumnya yang kini diperluas ke bidang pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan penguatan kewirausahaan. Ia menegaskan kampus terus mendorong mahasiswa menjadi pelaku usaha sejak masih menempuh pendidikan agar mampu menghadirkan inovasi yang memberi nilai tambah bagi potensi daerah.
Di sektor pendidikan keagamaan, Ketua Yayasan Nurul Ulama, Dr. H. Aziz Salam, memaparkan rencana pembangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) sebagai tahap awal pendirian pondok pesantren di Pulau Salemo. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal menghidupkan kembali Pulau Salemo sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Pangkep.
Bupati Pangkep, Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung implementasi program, termasuk memberikan bantuan peralatan bagi peserta pelatihan yang aktif, khususnya warga Pangkep.

Tak hanya itu, Yusran juga mendorong kerja sama dikembangkan pada sektor hilirisasi hasil perikanan. Menurutnya, potensi pengolahan hasil maupun limbah perikanan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pakan ternak, perlu dimaksimalkan agar mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Penandatanganan MoU dilakukan secara bergantian antara Pemkab Pangkep dengan masing-masing mitra. Kesepakatan itu menjadi penanda dimulainya sejumlah program kolaboratif yang diharapkan mampu memperkuat kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (M4d/4dv)













